SATELITNEWS.COM, LEBAK— Hama burung dan kungkang menyerang tanaman padi di persawahan Kabupaten Lebak. Salah satunya terjadi di Desa Tambak Baya, Kecamatan Cibadak.
Alhasil tak sedikit petani mengaku merugi atas peristiwa tersebut. Tidak hanya hama, cuaca ekstrem yang melanda Bumi Multatuli juga menjadi faktor hektar tanaman padi tak tumbuh maksimal.
Agar kerugian tidak meluas para petani terpaksa memanen lebih awal. “Hasilnya berkurang dari tahun yang lalu karena memang perbedaan cuaca dan terserang hama, hamanya luar biasa.
Bukan di sini saja bahkan sampai ke wilayah desa lain seperti Desa Bojong Leles, ditambah lagi dengan keberadaan burung,”kata petani di Kecamatan Cibadak, Asmaja (58) Minggu (9/2/2025).
Gabah yang seharusnya dipanen bulan depan (Maret 2025), kata Asmaja kini terpaksa dilakukan lebih awal. Khawatir takut menjadi mangsa serangan hama burung dan kungkang yang akan memperburuk situasi.
“Saya kan sewa ngambil sawah punya tetangga paling bagi dua gitu kan, kalau umpamanya dapat 20 karung gabah ya, si pemilik 12 karung saya 8 karung. Kalau lagi bagus minimal ya 500 kilogram itu dapat, tapi kalau sekarang ini ya berkurang lah,”tuturnya.
Baca Juga: Petani di Kramatwatu Kab. Serang Panen Padi Nutri Zinc, Diyakini Bisa Cegah Stunting
Petani sawah lainnya Rohimi (55), mengungkapkan akibat tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Lebak, beberapa pekan terakhir ini telah mengakibatkan tanaman padi miliknya menjadi rusak dan buahnya tidak berisi dan mengitam. Sehingga hasil panen yang ia dapatkan tidak seperti yang diharapkan dan terancam merugi.
“Untuk panen musim ini turunnya parah drastis sampai 90 persen. Penyebabnya faktor cuaca, alam, hujan terus Jadi pas tanaman padi mau berbuah curah hujannya enggak berhenti-henti pas bulan Januari ketika mau berbuah itu,”ungkapnya.
Dirinya menambahkan, selain disebabkan curah hujan yang tinggi, gagal panen tersebut akibat dari adanya serangan hama yang tidak terbendung.
“Jadi akibat sering diguyur hujan akhirnya buah padinya enggak berisi, apa lah kata orang sini mah. Ditambah lagi ada hama kungkang kan biasanya kalau hujannya malam kan pasti itu kungkangnya banyak,” ungkapnya.
“Jauh kalau dibandingkan dengan tahun kemarin mah. Saya panen alhamdulilah mencapai 90 persen normal lah, tapi kalau musim sekarang malah justru turun 90 persen turun drastis. Bahkan ada yang bener- bener zonk (gagal total). Kalau punya saya 10 petak sawah itu bisa menghasilkan biasanya mencapai 6 ton,”keluhnya.
Para petani berharap pemerintah dapat segera turun tangan dan memberikan solusi agar para petani tidak lagi kesulitan saat menghadapi cuaca ekstrem serta serangan hama seperti sekarang ini.
Baca Juga: Produksi Padi di Kabupaten Serang Ditarget 530. 605 Ton
“Semoga ada ada bantuan dari pemerintah bagaimana caranya mengusir hama. Sebab, hama ini jelas membuat kami (petani sawah) merugikan besar,” imbuhnya.(mulyana)

















