SATELITNEWS.COM, LEBAK—Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lebak berhasil menangkap seekor ular Sanca batik berukuran besar, di Kampung Nameng, Desa Sukamanah, Kecamatan Rangkasbitung, Minggu (9/2/2025). Saat ditangkap, hewan dengan nama ilmiah Malayopython reticulatus ini usai memangsa ternak milik warga setempat.
Proses penangkapan ular sanca berlangsung dramatis. Pasalnya para petugas Damkar sempat kesulitan lantaran ular terus menghindar dan bersembunyi kandang yang sulit dijangkau. Petugas kemudian terpaksa harus membongkar sebagain pagar bambu yang dipasang di kandang ternak tersebut. Namun, dengan keahlian yang mereka miliki, petugas akhirnya berhasil menangkap ular sanca yang telah gendut usai memangsa satu ekor ayam.
“Ular tersebut memang sudah memangsa ternak milik warga dan memang beberapa bulan terakhir ini banyak warga yang kehilangan ternaknya sehingga warga berusaha mencari, dan pagi ini ditemukan di dalam kandang salah satu warga,”kata Petugas Damkar Kabupaten Lebak Ade Apriyadi.
Ade menuturkan, penangakapan ular Sanca tersebut, menindaklanjuti adanya laporan dari masyarakat. karena ular sanca telah membuat resah dengan sering menakan hewan ternak. Dengan alat seadanya dan dibantu sejumlah warga ular tersebut berhasil ditangkap dan diamankan petugas. “Setelah di tangkap ular Sanca batik itu kemudian dimasukan kedalam karung untuk diamankan sementara di Makodam Lebak,” ujarnya.
Dari Januari-Februari 2025, menurut Ade sudah ada sekitar 50 orang yang melaporkan warga yang resah akibat ular. Ade yang tidak menyebutkan jenis apa saja ular tersebut dirinya menyatakan ular yang sudah berhasil ditangkap akan dikonsultasikan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Banten. “Untuk selajutnya (ular yang ditangka) Kita nanti konsultasikan ke BKSDA Banten hasil,” imbuhnya.
Warga Nameng, Apendi menyebut ular sanca berkeliaran ke permukaan warga untuk mencari makanan, tidak terlepas akibat hutan yang rusak atau beralih fungsi. “Sering ya (ular ke pemukiman warga) untuk mencari makan, karena tadi itu habitanya rusak karena hutang sudah rusak dan beralih fungsi,” kata singkatnya. (mulyana)