SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Laga Real Madrid vs Atletico Madrid tuntas tanpa pemenang. Penalti Julian Alvarez dibalas gol Kylian Mbappe, sehingga skor akhir 1-1.
Laga derby Madrid ini berlangsung di Santiago Bernabeu, Minggu (9/2/2025) dini hari WIB. Tuan rumah yang kehilangan empat bek utama memainkan Lucas Vazquez, Aurelien Tchouameni, dan Raul Asencio di lini pertahanan.
Atletico Madrid lebih dulu unggul pada menit ke-35 berkat penalti Julian Alvarez. Penalti didapat usai pelanggaran Tchouameni terhadap Samuel Lino.
Real Madrid bangkit di babak kedua. Kylian Mbappe menyamakan skor pada menit ke-50 dan jadi momentum tuan rumah menekan tamunya.
Namun skor 1-1 tak berubah lagi. Madrid masih bertahan di pucuk klasemen Liga Spanyol dengan 50 poin, satu poin di depan Atletico dan lima poin dari Barcelona.
Tapi di sisi lain, mantan wasit LaLiga Iturralde Gonzalez melihat arah pertandingan juga bisa saja berpihak ke Atletico Madrid. Sebab dalam satu momen, tepatnya pada menit ke-25, ada pelanggaran yang menurutnya berpotensi kartu merah.
Itu adalah saat Dani Ceballos menginjak tulang kering Pablo Barrios dalam perebutan bola. Wasit sendiri sudah memberikan kartu kuning, tapi Gonzalez percaya VAR semestinya melakukan intervensi.
“Itu adalah kartu merah karena dia tak memburu bolanya, dia jelas akan menginjak kakinya. Dia merentangkan kakinya agar mengenainya,” kata Gonzalez, yang kini jadi advisor Cadena Ser, di Carrusel Deportivo.
“Buat saya, itu keputusan VAR karena berpotensi kartu merah, itu aksi kasar serius, dia tak mengincar bolanya, dia justru menjauh dari jalurnya dan mengincar tekel itu,” imbuhnya.
Komentar ini berpotensi semakin memanaskan perseteruan Real Madrid dengan wasit. Mereka sebelumnya melakukan protes keras terhadap wasit karena merasa dicurangi saat melawan Espanyol.
Los Blancos bahkan menuding sistem wasitnya korup dan telah dimanipulasi sehingga merugikan mereka. Bahkan jelang derby kontra Atletico, wasit lapangan dan VAR yang bertindak sudah mendapatkan serangan, berupa video berisi keputusan-keputusan yang menurut mereka keliru.
Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti ogah menambah panas suasana selepas derby kontra Atletico Madrid. “Di babak pertama, kami bicara soal memberi ruang lebih di lapangan. Di babak kedua rencana itu berjalan baik, tapi tim kecewa karena kami pantasnya menang. Ini akan jadi liga yang sangat kompetitif sampai laga terakhir,” ujar Pelatih Madrid Carlo Ancelotti dikutip Mundo Deportivo.
Laga ini sendiri dibumbui sejumlah insiden yang berpotensi jadi kontroversi. Penalti Atletico sempat diprotes para pemain Madrid, lalu Dani Ceballos disebut mantan wasit pantas dikartu merah karena menginjak tulang kering Pablo Barrios.
Khusus soal penalti Atletico, Ancelotti enggan membahasnya lebih jauh. Ia cuma membandingkannya dengan penalti serupa di laga Athletic Bilbao lawan Girona, yang disebutnya agak sulit dipahami.
“Ayolah, saya tak mau bicara soal wasit. VAR memutuskan penati, wasit sangat dekat dan dia melihat dengan sangat baik apa yang terjadi. Saya melihat penalti lain untuk Athletic saat melawan Girona yang tak dimengerti orang-orang sepakbola,” sambungnya.
“Saya tak mau masuk ke kontroversi yang sudah cukup besar, saya lebih suka bicara soal pertandingannya.” (dm)