SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Ratusan pelajar berikrar dalam acara Student Unity Bhineka Tunggal Ika. Kegiatan yang diselenggarakan di Mall Balai Kota, Buaran Indah, Kecamatan Tangerang pada Minggu (9/2) itu bertujuan untuk mempersatukan pelajar-pelajar yang ada di Kota Tangerang.
Ketua Pelaksana, Muhammad Zainun Naim mengatakan kegiatan tersebut untuk mempersatukan pelajar se-Kota Tangerang dan menghindari adanya kejadian-kejadian yang mungkin disebabkan oleh anarkisme di kalangan pelajar.
Acara yang sudah berjalan sejak tahun 2017 itu, menurut Naim saat ini diselenggarakan secara kolektif dari teman-teman pelajar mengumpulkan dana bersama pelajar lain yang berasal dari 15 sekolah .
Dalam kesempatan itu, Naim selaku ketua pelaksana mendeklarasikan ikrar pelajar bersama ratusan pelajar lainnya.
“Untuk menghindari tawuran, penyalahgunaan narkoba, asusila seperti yang tadi dideklarasikan,” kata Naim usai deklarasi.
Tak hanya tawuran, maraknya kasus kekerasan hingga pembunuhan bahkan terdapat oknum-oknum pelajar yang melakukan kekerasan ke tenaga pendidik. Dirinya pun mengecam aksi kekerasan siswa terhadap guru.
Baca Juga: Layanan SIM Kota Tangerang Sabtu 6 Juni 2026, Cek Lokasinya
“Yang saya tahu ada beberapa kasus kekerasan pelajar ke guru ada 4 atau 5 kasus, ada oknum murid yang membangkang ke guru, ngga cuma lisan tapi juga melakukan tindakan kekerasan,” paparnya.
Dirinya berharap dengan rangkaian acara, dari ikrar pelajar dan perlombaan yang digelar hingga hiburan musik dapat memberikan edukasi kepada para pelajar.
“Sangat penting mengedukasi teman-teman pelajar, dari acara seperti ini, semoga teman-teman juga sadar dengan kesatuan di kalangan pelajar “ucapnya.
Wakil Ketua l DPRD Kota Tangerang, Andri S Permana mengapresiasi kegiatan yang pelaksanaannya secara mandiri dan kolektif dari para pelajar Kota Tangerang. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan momentum besar bagi Kota Tangerang, bahwa persatuan bukan hanya sebuah tagline semata, melainkan bentuk gerakan aktif yang didasari dengan kesadaran.
“Walaupun mereka berangkat dari sekolah yang berbeda, tapi kesadaran mereka dalam bingkai persatuan ini patut diapresiasi,” ucapnya.
“Ini menjadi sebuah pelajaran bagi seluruh elemen masyarakat Kota Tangerang terutama kalo pelajar saja bisa secara mandiri mengkampanyekan nilai persatuan kebersamaan, ini harusnya bisa dijadikan pelajaran bagi Pemkot Tangerang untuk menjaga nilai-nilai itu dalam setiap program dan kegiatan yang dilakukan,” jelasnya.
Baca Juga: Satu Pelajar SMP Tewas Dalam Tawuran di Sindang Jaya, Polisi Tangkap Dua Terduga Pelaku
Disinggung soal kenakalan remaja, menurutnya hal yang lumrah di kalangan remaja. Pasalnya, kesalahan atau kenakalan pelajar merupakan sebuah proses dalam tumbuh kembang remaja khususnya di kalangan pelajar untuk menjadi generasi lebih baik kedepannya.
“Karena kenakalan dan kriminalitas itu dua hal yang berbeda. Kalau kenakalan hal yang lumrah di kalangan pelajar. Tapi jangan sampai kenakalan ini mengarah ke tindakan kriminalitas. Itu yang harus sama-sama kita cegah dan awasi,” ucapnya.
Terakhir, Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kota Tangerang dalam hal ini juga harus berperan dengan membuka ruang ekspresi bagi para remaja.
“Karena di usia-usia mereka ini butuh ruang berekspresi, dan pemerintah punya tanggung jawab untuk mengembangkan mereka menjadi generasi yang cerdas, kreatif dan inovatif,” pungkasnya. (hafiz)
