SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Setelah tertunda berkali-kali, Pemkab Pandeglang akhirnya melakukan uji coba program Makanan Bergizi Gratis (MBG), di Kecamatan Menes dan Kecamatan Labuan.
Uji coba MBG tersebut, langsung dipantau oleh Bupati Pandeglang Irna Narulita, sebelum mengakhiri masa jabatannya sebagai kepala daerah dua periode.
Bupati Irna mengatakan, program MBG merupakan program kerja pemerintah pusat dalam upaya meningkatkan asupan gizi anak sekolah. Program itu, harus didukung secara penuh, agar anak sekolah mendapatkan asupan gizi yang sesuai.
“Setelah kita tunggu lama, kan bertahap program Makan Bergizi Gratis (MBG), membutuhkan kesiapan-kesiapan, kelembagaan dan juga diseleksi sangat ketat oleh Badan Gizi Nasional,” kata Irna, Senin (17/2/2024).
“Dan Alhamdulillah, hari ini launchingnya di Kabupaten Pandeglang. Dan di uji coba dulu, supaya betul-betul berjalan baik, dan tepat sasaran. Dan berkoordinasi lah kami dengan yayasan, yang ditunjuk oleh BGN,” sambungnya.
Irna mengatakan, sebelum melaksanakan program MBG tersebut, berbagai pihak telah melakukan pembahasan dan melakukan seleksi. Tujuannya, agar supaya program itu berjalan dengan baik dan asupan gizi kepada anak sekolah, sesuai dan tidak mendatangkan masalah di kemudian hari.
Baca Juga: Petani Gunung Karang Pandeglang Resah Akibat Harga Jual Sayuran Anjlok
“BGN (Badan Gizi Nasional) ini, sudah melakukan seleksi sangat ketat. Sehingga makanan ini penuh dengan nutrisinya, proteinnya berkecukupan gizi untuk anak kita, dan ini baru dimulai di dua kecamatan,” tandasnya.
Irna juga mengatakan, uji coba MBG tersebut melibatkan empat sekolah di Kecamatan Menes dan empat sekolah di Kecamatan Labuan. Ke depan, kata dia, program tersebut akan terus berlangsung dan kebutuhan gizi anak sekolah dapat terpenuhi.
“Baru empat sekolah. Program MBG, menjadi tanggungjawab pentahelik semua. Program ini harus kita kawal, harus kita sukseskan, demi generasi masa depan bangsa,” ujarnya.
“Mereka sangat lahap tadi, ada ayam proteinnya ada tempe, ada sayurnya ada brokoli, wortel, dan buah-buahannya. Mencukupi sekali, untuk sarapan anak-anak sekolah,” tutupnya.
Asda I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Pemkab Pandeglang, Doni Hermawan mengatakan, uji coba tersebut dilakukan di empat desa di Kecamatan Menes dan empat desa di Kecamatan Labuan, dilakukan secara serentak.
Akan tetapi, pembagian makanan bergizi itu waktunya berbeda, sebagian diberikan pagi hari sebagai sarapan bagi anak. Sebagian lagi diberikan siang, sebagai makan siang bagi anak-anak sekolah.
Baca Juga: 9 Rumah Warga Di Panimbang Pandeglang Rusak
“Pagi itu untuk sarapan TK, PAUD, serta kelas satu, dua, dan tiga SD itu untuk sarapan pagi, karena kan mereka jam juga berbeda. Sedangkan untuk kelas empat sampai kelas enam dan SMP, itu siang hari,” imbuhnya. (adib)
