SATELITNEWS.COM, TANGSEL-Hujan dengan intensitas tinggi terjadi di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), pada Selasa (4/3/2025) dini hari. Akibatnya, sejumlah wilayah terendam banjir tak terkecuali Pasar Ceger yang berada di Pondok Aren.
Akibat banjir merendam kios-kios dalam pasar, akibatnya aktivitas pasar berhenti lantaran barang-barang milik pedagang banyak yang rusak. Pantauan di lokasi, puluhan kios masih tertutup tidak seperti biasanya. Para pedagang pasrah lebih memilih menunggu hingga surut.
Nia Fatmawati, pedagang busana mengaku bahwa barang miliknya banyak yang kotor akibat air banjir. Namun, ia mengaku bakal mengakalinya agar tidak mengalami kerugian.
“Barang yang rusak ya bahan dagangan baju dan jilbab, makanya ini kita rendam yang masih bisa dibersihkan. Kerugian sih tidak terlalu, karena yang basah masih bisa dibersihkan dijemur, kalau kerugian toko lain tidak tau saya. Untungnya tidak banyak lumpurnya jadi barang-barang masih bisa diselamatkan,” ujarnya saat ditemui.
Kata Nia, dirinya tidak tau bahwa tempat usahanya terendam air. Awalnya dia hanya diberikan tau bahwa pasar kebanjiran. Ia mengira hanya akses jalan menuju pasar lah yang banjir karena sering terjadi. Namun, ketika ia tiba alangkah terkejutnya air masuk merendam busana dagangannya.
“Dari orang pasar ngasih tau kalau banjir, saya pikir banjir itu jalan aja makanya percuma kalau ke jalan tidak bisa lewat. Habis subuh saya berangkat ke pasar ternyata banjir sampai masuk toko,” katanya.
Baca Juga: Redam Debu Vulkanik, Pemkot Tangsel Semprot Jalan Protokol Dini Hari
Nia menyebut, dirinya yang sudah berjualan sejak tahun 2012, baru kali ini air masuk kedalam toko. Akibat barat banyak yang basah, toko miliknya kemungkinan tidak buka selama tiga hari kedepan.
“Banjir dari jam satu malam, hujannya dari jam 10 tidak berhenti-henti. Toko ya libur mungkin sampai tiga hari tutup. Sebelumnya tidak pernah kebanjiran gini, biasanya cuan di Jalan depan. Dari tahun 2012 baru kali ini kebanjiran dari awal berdiri saya jualan di sini,” bebernya.
Tidak hanya pedagang, seorang pengunjung pasar bernama Nurlela gagal memberikan kebutuhan di Pasar Ceger. Ia tidak mengetahui bahwa pasar tutup dikarenakan kebanjiran.
“Saya mau belanja bahan untuk kebutuhan jualan makanan takjil buka puasa. Ya mungkin cari tempat sementara dulu selagi disini masih tutup,” pungkasnya. (eko)
























