SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Kebakaran terjadi di sebuah warteg sekaligus tempat tinggal di Jalan Raya Serpong RT 04 RW 02, Kelurahan Pakulonan, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan pada Selasa (18/3/2025) sekitar pukul 23.30 WIB.
Wakil Komandan Pleton Regu Charlie Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Tangsel, Imam menyampaikan bahwa bangunan yang terbakar memiliki dua lantai. Lantai satu sebagai warung nasi atau warteg, dan lantai dua sebagai tempat tinggal.
Kata Imam, rumah itu ditempati oleh satu keluarga yang beranggotakan empat orang diantaranya N (55) seorang ayah, IS (42) seorang ibu, S (14) anak perempuan, dan A (8) anak laki-laki. Saat kejadian, semuanya tengah beristirahat di lantai dua bangunan.
Nahas, sang anak laki-laki berinisal A meninggal dunia sedangkan tiga orang lainnya berhasil selamat dengan sejumlah luka bakar di tubuh. Ketiganya langsung dilarikan ke RSUD Serpong Utara guna mendapatkan penanganan medis.
“Bahwa yang tinggal di dalam warung nasi ada 4 orang yang terdiri dari bapak, ibu dan 2 anak. Korban meninggal dunia di bawa ke RSUD Kabupaten Tangerang oleh ambulans BPBD Tangsel,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Imam menyampaikan, kronologi kebakaran bermula saat salah satu warga mencium bau asap. Setelah dilihat keluar, rupanya api sudah membesar dibangunan lantai dua rumah korban. Tidak berselang lama, tiga orang korban pun berusaha menyelamatkan diri dengan cara lompat dari lantai dua.
Baca Juga: Doa Bersama untuk 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Digelar di Islamic Center Tangsel
“Saksi 1 menolong korban yang terdiri dari suami, istri dan anak perempuan yang sedang terjebak di lantai 2 dengan meloncat dan ditanggapi oleh saksi 1, korban sempat bilang ada anak kecil yang terjebak di dalam lantai 2, saksi 1 sempat mendobrak pintu lantai 1, kemudian sudah meliat api besar langsung keluar lagi,” paparnya.
Imam menuturkan, pihaknya menerjunkan tiga armada Damkar dan lima belas petugas untuk memadamkan si jago merah. Kata dia, api berhasil dipadamkan kurang lebih satu jam. Penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik, untuk nilai kerugian pihaknya belum bisa memastikan.
Komandan Regu Rescue Charlie Damkar Tangsel, Ilham menyampaikan bahwa saat petugas melakukan pemadaman, A sudah meninggal dunia lantaran terjebak kobaran api di dalam bangunan.
“Yang terbakar seluruh tubuh korban. Korban posisi masih di dalam kamar lantai dua,” katanya. (eko)
























