SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Tangerang meminta agar masyarakat selektif dalam memilih bahan makanan di pasar. Pasalnya, dalam pengawasan yang di lakukan pada sejumlah pasar di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), ditemukan makanan berbahaya formalin hingga boraks.
Kepada Balai POM Tangerang Sony Mughofir mengatakan bahwa pihaknya melakukan pengawasan secara berkala sejak menjelang Ramadan hingga saat ini. Setidaknya, terdapat dua temuan di dua pasar berbeda. Temuan pertama di Pasar Delapan Alam Sutera dan Pasar Modern BSD.
“Di Tangerang Selatan kita sudah di Pasar Delapan, Pasar Modern dan Pasar Ceger. Di Pasar Lapan sebelum Ramadan sempat ada temuan formalin pada tahu. Terus di Pasar Modern BSD tanggal 12 Maret ada formalin di tahu dan mie kuning,” ujarnya, Kamis (20/3).
Sony menjelaskan, apabila tubuh sering mengkonsumsi makanan yang mengandung zat berbahaya memang tidak terasa efeknya secara instan. Kata dia, zat berbahaya dalam tubuh akan terakumulasi jangka panjang.
“Sebetulnya bahayanya bukan seperti kita kena biologi, bakteri, itu biasanya langsung diare sampai masuk rumah sakit, tapi ini bahayanya lama. Misalnya kita makan formalin rodamin b, boraks, itu terakumulasi di badan, jadinya waktunya panjang,” katanya.
“Jadi makin banyak kita akan makin menumpuk di badan, saat dia numpuk dibadan itu bisa jadi radikal bebas bisa mempengaruhi sel bisa CA Cancer. Jangka panjang, tidak instan,” sambungnya.
Sony pun membagikan tips kepada masyarakat apabila memilih makanan di pasar. Untuk pemilihan tahu, jika mengandung formalin memiliki ciri-ciri bertekstur lembut dan mudah hancur. Sedangkan untuk mie kuning warnanya dominan dan tidak mudah putus.
“Untuk tahu berformalin itu biasanya lembut mudah hancur, baunya juga khas formalin. Kalau mie kuning biasanya warnanya mengkilat, terus tidak mudah putus. Untuk daging harus dicek, secara visual cukup sulit. Belanja disarankan di pasar-pasar yang disarankan BPOM,” jelasnya.
Kata Sony, masyarakat bisa langsung melakukan pengecekan apabila terdapat bahan makanan berbahaya secara gratis dengan membawa sampel yang bakal diuji.
“Kalau warga mau cek misal merasa curiga itu bisa MPP Tangsel, kita ada rep test kit juga bisa bawa sampelnya kesana nanti kita uji gratis,” katanya.
Sony menyampaikan apabila ada temuan bahan makanan mengandung zat berbahaya akan melakukan penindakan melalui pengelola pasar. Pihaknya akan menelusuri terlebih dahulu adalah makanan tersebut.
“Nanti kita telusur bisa dilakukan penindakan dari dibina sampai bisa ditutup pidanakan kalau ada pasal pasal ke pidana. Kita pasti lakukan pembinaan dulu. Kita juga punya program pasar aman, jadi nanti kita akan lakukan bimtek, sosialisasi untuk pengunjung dan pedagang supaya tau bahaya di pangan,” paparnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tangsel, Abdul Aziz menuturkan, pihaknya sudah melakukan peneguran kepada pedagang yang kedapatan menjual bahan makanan mengandung formalin dan boraks.
“Ini memang dengan BPOM kita bekerjasama untuk melakukan pemeriksaan berkala terkait dengan predaran zat berbahaya yang ada di makanan. Waktu itu temuan yang ber formalin, pewarna di Pasar Modern ada tahu sutra, bolu kukus merah, tahu- tahuan,” bebernya.
Untuk masalah penindakan, dirinya mengaku bingung lantaran para pedagang bukan produsen apabila ingin menindak dengan melibatkan aparat penegak hukum.
“Kita ke pedagang ini juga kan hanya penjual, mereka bukan produsen, tentunya ini dikembalikan ke produsen nya juga gatau dimana. Untuk kasus-kasus seperti ini apabila bisa kita menggandeng APH terkait penindakan dan sebagainya. Kita juga tidak tau produsen ada di Tangsel atau di luar Tangsel,” pungkasnya. (eko)