SATELITNEWS.COM, SERANG – Sebanyak 4 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, diduga menjadi korban pelecehan seksual. Saat ini, kasus tersebut sedang ditangani oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Serang.
Kepala BKPSDM Kabupaten Serang, Surtaman mengungkapkan, terungkapnya kasus dugaan pelecehan tersebut berdasarkan laporan dari korban. Dari laporan yang diterima, kejadiannya ada yang akhir tahun 2024 dan ada yang awal tahun 2025. Kemudian setelah menerima laporan, pada Minggu lalu pihaknya telah melakukan pemeriksaan dari kedua belah pihak, baik pelapor ataupun terlapor.
“Dari 4 orang, baru dua yang bersedia kita periksa, kemarin bilangnya siap hari Selasa ini tapi ditunda lagi. Waktu di BAP dia menyampaikan permintaan maaf kalau itu bagian dari pelecehan seksual,” katanya, Kamis (20/3/2025).
Surtaman menuturkan, saat ini untuk korban masih bekerja seperti biasa, sedangkan untuk terduga pelaku saat ini sedang melaksanakan kebijakan BKN (Badan Kepegawaian Negara) yaitu work from anywhere sampai dengan keluarnya hukuman disiplin.
Terkait dengan sanksi bagi pelaku, kata Surtaman jika dia memang melakukan terhadap satu orang mungkin beralibi tidak sengaja. Namun kalau sampai 4 orang, maka akan memperberat situasi.
“Nanti majelis yang mempertimbangkan, pak inspektur, pak sekda, mudah mudahan yang dua bisa segera diperiksa, mereka sekarang masih belum siap,” tuturnya.
Baca Juga: Tahun 2027, Pemkab Serang Gelar Pilkades Serentak di 191 Desa
Surtaman mengungkapkan, 4 orang korban yang diduga menjadi korban pelecehan semua bekerja di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda). Mereka terdiri dari PNS dan honorer. “Kategori pelecehannya itu memang area sensitif, tapi tidak semuanya, ada yang cuma kata kata doang, perbal,” tuturnya.
Diakui Surtaman, kasus yang dilakukan oleh pelaku memang sebelumnya juga pernah terjadi dan sempat ramai. Biasanya pihaknya juga selalu memanggil terhadap yang bersangkutan terkait dengan isu isu tersebut, walaupun tidak ada laporan.
“Kita lakukan pembinaan, saya ingatkan awas jangan sampai ketemu saya lagi dan terulang. Nah ini terbukti ketemu saya lagi, masalah perempuan,” imbuhnya. (sidik)
























