SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Diduga efek dari kebijakan Pemerintah Pusat tentang efisiensi anggaran dan stabilitas fiskal, khususnya terhadap perjalanan dinas. Para pengusaha hotel dan restoran di Kabupaten Tangerang merasa lesu, Selasa (25/3).
Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Tangerang, Arbiter mengatakan, bahwa efisiensi anggaran telah mengurangi kegiatan yang melibatkan hotel dan restoran. Sehingga, pendapatan dibidang perhotelan dan restoran mulai lesu.
Pasalnya, pihak Pemerintah biasanya menjadi penyumbang utama pendapatan dibidang hotel dan restoran, ketika ada kegiatan dinas luar, baik rapat ataupun kegiatan lainnya. Maka dengan dibatasi, kegiatan luar ini, pihak hotel mengalami penurunan pendapatan yang signifikan.
“Hotel dan restoran dengan fasilitas meeting room, mulai mengalami penurunan pendapatan dari penyewaan ruang rapat dan kamar. Beberapa hotel dan restoran mulai merasakan dampaknya sejak Desember lalu,” kata Arbiter kepada Satelit News, Selasa (25/3).
Menurut Abiter, selain pihak pemerintah, pihak korporasi dan agen perjalanan juga menurun, dalam menggunakan jasa hotel dan penggunaan restoran. Libur panjang pun memperparah kondisi ini. Arbiter khawatir kondisi ini akan berlanjut.
“Tidak hanya sektor pemerintahan, sektor swasta yang memiliki hubungan kerja dengan pemerintah juga ikut terpengaruh,” tambahnya.
Baca Juga: 3 Pelajar Ditangkap Buntut Kematian 2 Remaja di Alam Sutera
Dirinya mengkhawatirkan, menurunnya perjalanan dinas luar akan berdampak, terhadap pengurangan tenaga kerja diseltor perhotelan dan restoran. Katanya, pekerja harian lepas kini telah kehilangan pekerjaan karena minimnya permintaan. Pihaknya berharap kebijakan ini dapat dinormalisasi kembali.
“Kita berharap dinormalkan kembali. Banyak yang dirumahkan atau dikurangi jam kerjanya,” terang Arbiter.
Arbiter berharap, lesunya sektor perhotelan dan restoran bisa kembali pulih setelah Hari Raya Idul Fitri 1446 H/2025 M. Karena, apabila terus dibiarkan seperti ini, khawatir akan terjadi dampak yang buruk bagi sektor ketenagakerjaan.
“Kita sih mengharapkan setelah lebaran kembali (normal) lagi. Kalau tidak, mungkin dampaknya akan lebih panjang dan recovery-nya akan lebih panjang lagi,” tandasnya.
Sementara itu, Manajer Hotel Lemo, Indra Budiman, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang berupaya keras untuk mempertahankan bisnis dan karyawan di tengah kondisi pasar seperti ini. Salah satu strategi yang diterapkan adalah dengan meminimalisasi pengurangan tenaga kerja.
“Kami terus mencari berbagai sektor untuk menyelamatkan bisnis dan karyawan,” ujar Indra Budiman.
Baca Juga: Pemkot Tangerang Dorong UMKM Segera Urus Sertifikasi Halal
Indra menambahkan bahwa kondisi pasar saat ini memang tidak mudah, namun pihaknya berkomitmen untuk terus beradaptasi dan mencari solusi terbaik agar Hotel Lemo tetap bertahan. “Istilahnya memang kita harus fight lebih kuat lagi,” tutupnya optimis. (alfian)





















