Sabtu, 25 Juli 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News

Filsafat Puasa dan Makna Ramadan Dalam Perspektif Jiwa Raga

*(Oleh :;Adib Miftahul)*

Oleh Mardiana Tirtalaksana
Minggu, 30 Mar 2025 21:55 WIB
Rubrik Ragam
FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

Puasa Ramadan merupakan perjalanan menuju penyucian jiwa dan kesadaran yang lebih tinggi, bukan sekadar menahan lapar dan dahaga.

Filsuf Muslim Al-Kindi, menekankan kesempurnaan jiwa berkaitan dengan pengendalian nafsu. Menurutnya, jiwa yang sempurna adalah yang mampu mengendalikan nafsu. Dalam konteks puasa, ini berarti pengendalian diri berdampak pada tubuh dan pada aspek spiritual.

Pandangan tersebut, sejalan dengan pendapat Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin yang menyatakan, bahwa puasa bukan hanya soal tidak makan dan minum. Tetapi menahan diri dari dosa-dosa batin seperti kesombongan, iri hati, dan hawa nafsu.

Gagasan serupa disampaikan Ibnu Sina, yang meyakini bahwa kesehatan spiritual berkontribusi terhadap kesehatan fisik. Baginya, puasa adalah salah satu cara untuk menjaga keseimbangan tubuh dan jiwa, karena manusia harus menahan diri dari berlebihan dalam konsumsi dan mengontrol emosinya.

Filsuf lainnya Ibnu Maskawaih, bahkan berpandangan puasa adalah bentuk pendidikan moral yang memungkinkan individu untuk mengasah disiplin dan pengendalian diri.

Filsuf Yunani dan Barat juga, memiliki pendapat yang sama tentang puasa. Socrates misalnya, menyatakan bahwa jiwa yang kuat adalah jiwa yang mampu mengendalikan keinginannya. Dalam konteks puasa, ini dapat diartikan sebagai latihan untuk menahan nafsu dan mencapai kebijaksanaan.

Baca Juga: Pemimpin Penentu Kunci Keberhasilan

Plato dalam Republik menyebutkan, bahwa pengendalian diri adalah salah satu pilar utama dalam membangun jiwa yang harmonis. Puasa, sebagai bentuk latihan pengendalian diri, membantu manusia mencapai keseimbangan antara tubuh dan jiwa.

Pendapat serupa dituliskan Aristoteles, dalam Nicomachean Ethics. Menurutnya, kebiasaan baik hanya bisa terbentuk melalui latihan yang berulang. Puasa merupakan latihan moral yang membentuk karakter dan meningkatkan kebajikan.

BeritaTerbaru

Ini 3 Lokasi Nobar Gratis Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina di Kota Tangerang

Ini 3 Lokasi Nobar Gratis Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina di Kota Tangerang

Minggu, 19 Jul 2026 17:19 WIB
Film Cek Khodam: Jadikan Hantu Sebagai Ladang Cuan

Diangkat Dari Realita Kehidupan Manusia, Film Cek Khodam: Jadikan Hantu Sebagai Ladang Cuan

Kamis, 16 Jul 2026 17:41 WIB
Cinta Laura Ingin Bangun Akses Air Bersih hingga Sekolah di Indonesia Timur

Dirikan Yayasan Sosial, Cinta Laura Ingin Bangun Akses Air Bersih hingga Sekolah di Indonesia Timur

Kamis, 16 Jul 2026 16:06 WIB
Akhir Tahun, Luna Maya dan Maxime Bouttier Siap Ikuti Program Hamil

Akhir Tahun, Luna Maya dan Maxime Bouttier Siap Ikuti Program Hamil

Kamis, 16 Jul 2026 14:22 WIB

Rene Descartes dengan konsepnya ‘saya berpikir, maka saya ada (cogito ergo sum)’, mengajarkan, bahwa refleksi adalah bagian dari eksistensi manusia. Puasa memberikan kesempatan bagi individu untuk merenungkan kehidupannya dan menemukan makna yang lebih dalam melalui refleksi tersebut.

Beberapa filsuf melihat, pentingnya puasa Ramadan sebagai struktur sosial dalam membangun kesadaran kolektif.

Dalam pandangan Auguste Comte misalnya, puasa dengan aspek sosialnya yang kuat dapat menjadi momentum memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial. Thomas Kuhn, dengan konsep paradigm shift menekankan bagaimana perubahan besar terjadi ketika manusia mampu melihat realitas dengan perspektif baru.

Puasa menawarkan kesempatan untuk mengubah pola pikir dan gaya hidup, menjauh dari konsumsi berlebihan menuju kehidupan yang lebih sederhana dan bermakna. Sama seperti Jurgen Habermas, yang melihat komunikasi sebagai inti dari interaksi sosial yang sehat.

Baca Juga: Sukses Sekolahkan Aspri Hingga Lulus, Cinta Laura Lanjut Ingin Bayarin Kuliahnya

Dalam konteks puasa, komunikasi dengan diri sendiri dan orang lain menjadi lebih jujur dan bermakna. Karena individu belajar untuk memahami diri sendiri serta meningkatkan empati terhadap orang lain.

Di Indonesia, beberapa filsuf dan cendekiawan Muslim memberikan pemikiran mendalam, tentang makna Ramadan. Hamka misalnya, menekankan bahwa puasa adalah jalan untuk mencapai ketakwaan dan disiplin diri.

Baginya, Ramadan bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga momentum untuk introspeksi dan perbaikan moral individu. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), melihat Ramadan sebagai waktu untuk membangun kesadaran sosial dan menumbuhkan nilai-nilai toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.

Gus Dur menganggap, Ramadan sebagai momen persaudaraan semua umat diajak untuk berbagi dan menegakkan keadilan sosial. Franz Magnis Suseno, menyoroti bahwa puasa bukan hanya bentuk ibadah individual, tetapi juga mengandung makna etis yang dalam.

Dalam pemikirannya, puasa mencerminkan perjuangan melawan keserakahan dan dorongan untuk hidup lebih sederhana, selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan universal.

Senada dengan Fahrudin Faiz, yang menegaskan bahwa puasa memiliki dimensi spiritual mendalam. Menurutnya, Ramadan adalah waktunya manusia diajak untuk lebih memahami esensi dirinya dan menata ulang kehidupannya, baik dalam aspek spiritual maupun sosial.

Dalam konteks sosial, Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) melihat Ramadan sebagai momen solidaritas dengan mereka yang kurang mampu. Dalam kajiannya, Ramadan seharusnya tidak hanya menjadi ibadah personal, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun kesadaran kolektif dan menumbuhkan empati sosial.

Sementara Nurcholish Madjid (Cak Nur) menafsirkan, Ramadan sebagai ajang pembaruan diri. Ia berargumen bahwa, puasa adalah sarana penyucian jiwa dan kesempatan untuk memperbaiki karakter manusia agar lebih inklusif, terbuka, dan memiliki kesadaran transendental yang lebih tinggi.

Karena itu, puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, namun tentang melatih kemampuan manusia dalam berpikir kritis terhadap struktur sosial yang ada, terutama dalam melihat fenomena ketidakadilan.

Puasa merupakan bentuk kesadaran ekologis, karena manusia diajak untuk lebih menghargai sumber daya alam, mengurangi konsumsi berlebihan, serta membangun hubungan yang lebih harmonis dengan lingkungan.

Dengan menyelami makna puasa dari perspektif filsafat Islam, modern, dan sosial, kita memahami bahwa Ramadan bukan sekadar ibadah ritual, tetapi juga latihan kesadaran diri, pengendalian nafsu, serta momentum untuk menciptakan perubahan sosial.

Dari Al-Kindi hingga Karl Marx, dari Ibnu Sina hingga Tan Malaka dan Neneng Rosdiyana, serta dari Hamka hingga Saras Dewi, puasa selalu dimaknai sebagai bentuk refleksi dan perjuangan menuju kehidupan yang lebih bermakna.

Jadi, hikmah puasa dalam konteks kekinian adalah menjadikan pribadi berkarakter kesalihan sosial.
Muslim terbaik bukanlah orang yang paling tahu, tetapi orang yang mengamalkan apa yang mereka ketahui dengan cara konsisten memberi manfaat bagi orang lain. Biarkan keimanan terlihat dalam kebaikan, kejujuran, dan belas kasih, bukan ritual ibadah dogma agamis saja.

Allah lebih terkesan dengan orang mukmin yang baik, penyayang, dan suka menolong meskipun mereka kurang ilmunya, sekali lagi bukan dengan simbol-simbol spiritualitas.

Jika doamu tidak membuatmu lebih sabar, jika puasamu tidak membuatmu lebih penyayang, dan jika ilmumu tidak membuatmu lebih rendah hati, jadi apa yang sebenarnya kau peroleh?.. (*)

*(Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Fisip Unis)

Tags: Adib MiftahulFilsuf PuasaFisip Unis Tangerang
Share3TweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Denny Sumargo Rayakan Ultah Perusahaan, Dari Bagi-bagi Uang, Fun Run, hingga Festival Musik
Life Style

Denny Sumargo Rayakan Ultah Perusahaan, Dari Bagi-bagi Uang, Fun Run, hingga Festival Musik

Kamis, 16 Jul 2026 14:07 WIB
Cinta Laura Biayai Pendidikan Asisten yang Putus Sekolah
Life Style

Cinta Laura Biayai Pendidikan Asisten yang Putus Sekolah

Kamis, 16 Jul 2026 14:01 WIB
Usai Bikin Heboh Karena Ucapannya, Anjasmara Bikin Klarifikasi dan Minta Maaf
Life Style

Usai Bikin Heboh Karena Ucapannya, Anjasmara Bikin Klarifikasi dan Minta Maaf

Rabu, 15 Jul 2026 18:37 WIB
Richard Lee Pingsan di Lapas, Majelis Hakim Minta Perbarui Dokumen Medis
Life Style

Richard Lee Pingsan di Lapas, Majelis Hakim Minta Perbarui Dokumen Medis

Rabu, 15 Jul 2026 18:32 WIB
Komedian Temon Dimakamkan di TPU Tanah Kusir
Life Style

Komedian Temon Dimakamkan di TPU Tanah Kusir

Senin, 13 Jul 2026 13:29 WIB
Istri Kenang Malam Terakhir Bersama dengan Temon
Life Style

Istri Kenang Malam Terakhir Bersama dengan Temon: Mudah-mudahan Dia Tenang

Senin, 13 Jul 2026 13:19 WIB
Selamat Hari Bhakti Adhyaksa ke 66 Dinkes Tangsel
Rustandi Fraksi Golkar DPRD Kota Tangerang

Berita Pilihan

DP3AP2KB Kota Tangerang Dampingi Korban Kekerasan hingga Putusan Berkekuatan Hukum Tetap

DP3AP2KB Kota Tangerang Dampingi Korban Kekerasan hingga Putusan Berkekuatan Hukum Tetap

Kamis, 23 Jul 2026 15:54 WIB
Wabup Lebak: Tambang Rakyat Jangan Dibajak Investor

Wabup Lebak: Tambang Rakyat Jangan Dibajak Investor

Senin, 20 Jul 2026 20:33 WIB
Makan Bersama Siswa SD, Bupati Tangerang Sosialisasikan Pangan ASUH

Makan Bersama Siswa SD, Bupati Tangerang Sosialisasikan Pangan ASUH

Selasa, 21 Jul 2026 22:56 WIB
Wagub Banten, Achmad Dimyati Natakusumah. (ISTIMEWA)

Penerimaan Dana Hibah Rp861,270 Juta di Banten Jadi Temuan BPK

Minggu, 19 Jul 2026 14:59 WIB
Ketum Kesthuri Gugat Penggeledahan, KPK Siap Hadapi Asrul Azis

Ketum Kesthuri Gugat Penggeledahan, KPK Siap Hadapi Asrul Azis

Minggu, 19 Jul 2026 21:17 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.