Oleh : DR. KH. ENCEP SAFRUDIN MUHYI. MM., M.Sc
آيٰيَُّ.هَا الَّذِيْنَ آمَنُ.اوْا اَطِيْ.عُوا آٰللَّ وَاَطِيْ.عُوا الرَّسُوْلَ وَاُولِِ الْمَْْرِ مِنْكُمْْۚ فَاِنْ تَ.نَازَعْتُمْ فِِْ شَيْءٍ فَ.رُدُّوْهُ اِلَِ آٰللِّ وَالرَّسُوْلِ اِنْ كُنْ.تُمْ تُ.ؤْمِنُ.وْنَ بِِٰٓللِّ وَالْيَ.وْمِ الْٓخِْرِِۗ ذٓلِكَ خَيٌْْ وَّاَحْسَنُ تَوَِْيْلًࣖ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nabi Muhammad) serta ululamri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunahnya) jika kamu beriman kepada Allah dan hari Akhir. Yang demikian itu lebih baik (bagimu) dan lebih bagus akibatnya (di dunia dan di akhirat).” (QS An-Nisa’:59)
Pemimpin Transformasional
Pemimpin yang bertransformasi adalah pemimpin yang mampu menginspirasi, memiliki solusi yang kreatif, dan mampu memenuhi kebutuhan organisasi. Transformasi itu berarti suatu daya atau kemampuan untuk mengubah suatu bentuk ke bentuk lain (trans: perubahan, pergerakan; forma: bentuk).
Penggunaan prefiks trans dalam istilah transformasi, biasanya dipahami perubahan ke arah yang lebih bermakna, tinggi, luas, dan multidimensional.
Baca Juga: MUHARRAM: MENATAP MASA DEPAN
Kata transformasi, juga berarti sebagai upaya penerjemahan dari suatu keadaan lingkungan tertentu ke keadaan lingkungan lain.
Penerjemah suatu bahasa ke bahasa lain, disebut sebagai translator. Perubahan suatu bentuk energi ke energi lain, misalnya energi listrik menjadi energi panas, juga disebut sebagai transformasi, dan karena itu setrika listrik disebut sebagai transformator energi.
Perubahan tatanan sosial suatu masyarakat ke tatanan yang lain yang lebih baik, juga disebut sebagai transformasi. Orang atau kelompok orang yang terlibat dalam pergerakan dan perubahan masyarakat dan sistem sosial itu disebut sebagai transformator.
Manusia harus mengembangkan oto transformasi diri, artinya mengubah dan memperbaharui diri dalam suatu transformasi total, baik sebagai hamba Tuhan, penerima amanah-Nya, serta pelaksana berada pada-Nya, di tengah-tengah kehidupan nyata.
Ia senantiasa berada pada posisi stream linear, penentu arus dinamika dan semua gerakan, serta mengokohkan dirinya sebagai Khoiru ummah (sebaik-baiknya Umat).
Kuncinya bertumpu kepada peningkatan kualitas keimanan dan ketaqwaan, keilmuan dan profesionalisme, etos kerja sebagai ibadah kepada Tuhan, akhlakul karimah, karya dan kekaryaan, serta kualitas pikir, yang bersenyawa dengan nilai-nilai kejuangan bangsa dan negara, dalam upaya mensejajarkan diri dengan bangsa lain yang sudah maju, dan memberikan konstribusi internasional terbaiknya kepada tatanan dunia baru yang lebih adil dan beradab.
Baca Juga: IDHUL ADHA: TELADAN KELUARGA NABI IBRAHIM
Penanaman sikap atau perilaku sejak dini, terutama di lingkungan keluarga adalah sangat cepat dilaksanakan, demi menciptakan insan-insan yang berkualitas keimanan dan berakhlakul karimah.
Esensi kepemimpinan bukan sekedar menguasai keterampilan manajerial semata, melainkan merupakan suatu keahlian untuk membuat suatu perubahan di suatu lingkungan.
Kepemimpinan adalah, landasan yang mendorong individu dalam merintis perjalanan karir mereka. Penting untuk diingat bahwa kepemimpinan bukanlah hak prerogatif eksklusif para eksekutif dalam perusahaan-perusahaan besar; sebaliknya, ini adalah keterampilan yang dapat dibentuk dan dikembangkan di masa depan setiap individu.
Kepemimpinan transformasional, memberikan pandangan baru terhadap bagaimana kepemimpinan dapat membentuk lingkungan kerja yang produktif dan mendorong pertumbuhan kolektif. Lebih lanjut, mari kita eksplorasi lebih mendalam mengenai konsep Kepemimpinan Transformasional.
Dengan demikian, seorang pemimpin yang berkepribadian transformasional bertujuan untuk menciptakan lingkungan dimana pegawai merasa terdorong untuk berkembang, berinovasi, dan memberikan kontribusi maksimal.
Mereka tidak hanya memandang pegawai sebagai pelaksana tugas, melainkan sebagai individu yang memiliki potensi dan keinginan untuk tumbuh secara personal dan profesional.
Oleh karenanya, seorang pemimpin transformasional tidak hanya menciptakan perubahan melalui action/ tindakan, tetapi juga menonjol melalui serangkaian atribut kunci yang memberikan dampak positif yang mendalam pada tim dan organisasinya.
Penentu Keberhasilan
Kepemimpinan merupakan faktor penting yang paling menentukan berjalan atau tidaknya suatu organisasi atau lembaga. Kepemimpinan juga merupakan salah satu faktor penting, yang mempengaruhi gagal atau berhasilnya sebuah lembaga.
Kepemimpinan pun dapat diartikan, sebagai kegiatan untuk mempengaruhi orang-orang yang diarahkan terhadap pencapaian tujuan organisasi.
Kepemimpinan merupakan masalah yang sangat komplek dan unik. Salah satunya dapat kita ketahui dari beragam kepemimpinan itu sendiri.
Kepemimpinan disebut juga, sekumpulan dari serangkaian kemampuan dan sifat-sifat kepribadian, termasuk di dalamnya kewibawaan untuk dijadikan sebagai sarana dalam rangka meyakinkan yang dipimpinnya agar mereka mau dan dapat melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dengan rela, penuh semangat, ada kegembiraan batin, serta merasa tidak terpaksa, termasuk kemampuan untuk menggerakkan, mempengaruhi, memotivasi, mengajak, mengarahkan, menasehati, membimbing, menyuruh, memerintah, melarang dan bahkan menghukum (kalau perlu) serta membina dengan maksud agar manusia sebagai media manajemen mau bekerja dalam rangka mencapai tujuan administrasi secara efektif dan efisien.
Hubungan antara seorang pemimpin dalam mempengaruhi orang lain untuk bekerja sama secara sadar dalam hubungan tugas, untuk mencapai yang diinginkan pemimpin.
Setidaknya kepemimpinan berkisar pada, pertama, adanya seorang pemimpin, kedua, adanya kelompok yang dipimpin, ketiga, perilaku mengarahkan aktifitas, keempat, Aktifitas hubungan dengan anggota, kelima, proses komunikasi dalam mengarahkan suatu kegiatan untuk mencapai tujuan yang spesifik dan keenam, interaksi antar personel untuk mencapai hasil yang ditentukan.
Kepemimpinan merupakan suatu hal yang harus ada dalam aktivitas kehidupan umat manusia. Tanpa adanya kepemimpinan, maka tatanan dunia akan kacau dan penuh dengan masalah.
Adapun fungsi kepemimpinan, merupakan salah satu fungsi dalam manajemen yang tidak bisa terpisahkan.
Kepemimpinan tidak hanya sekedar memerintah, menghukum, dan menyuruh, akan tetapi lebih dari itu kepemimpinan adalah seni dalam memerankan seorang pemimpin yang dapat melaksanakan transformasi kebijakan menjadi sebuah bentuk operasional, sehingga bentuk-bentuk perintahdan pengarahan dapat dimengerti dan dijalankan oleh bawahan.
Pimpinan harus memiliki kemampuan melihat jauh kedepan (visioner), dan mampu mengkomunikasikan visi, misi atau strategi serta nilai-nilai kepada semua orangyang terlibat dan terkait dalam pencapaiannya.
Dengan demikian, seorang pemimpin yang harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik, integritas, kemampuan mengambil keputusan, serta mampu menginspirasi dan memotivasi anggotanya. Selain itu, keberhasilan juga dilihat dari kemampuan pemimpin dalam menciptakan lingkungan kerja yang positif, adaptif terhadap perubahan, dan mampu menyelesaikan masalah dengan bijaksana.
Oleh karena nya, keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya diukur dari pencapaian tujuan, tetapi juga dari kemampuan dalam mengembangkan potensi anggota tim, melahirkan pemimpin baru, dan menciptakan lingkungan kerja yang positif dan transformasional. (*)
*Penulis Adalah;
– Dosen UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten/
– Pimpinan Pondok Pesantren Fathul Adzmi/
– Penulis Buku Islam Dalam Transformasi Kehidupan & Buku Kepemimpinan Pendidikan Transformasional.
– Pimpinan Pondok Pesantren Fathul Adzmi

















