SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Kisah Cinta Laura membiayai pendidikan asistennya, Salsa, menuai perhatian. Salsa yang sempat putus sekolah dan memilih merantau demi membantu keluarga, kini berhasil mendapatkan ijazah setara SMA melalui program Paket C berkat dukungan Cinta Laura.
Cinta bahkan hadir langsung dalam momen kelulusan Salsa. Cinta mengaku melihat potensi besar dalam diri Salsa sejak pertama kali bekerja dengannya pada akhir 2021.
“Salsa itu asisten aku yang udah bekerja di Jakarta, dari tahun 2021 akhir kalau gak salah dan waktu itu kan pandemi. Dia berasal dari kota kecil mungkin 3 jam dari Bandung masih Jawa Barat,” kata Cinta Laura, kemarin.
Cinta mengatakan, Salsa merupakan salah satu anak muda yang terdampak pandemi hingga harus berhenti sekolah. Saat itu, Salsa yang masih berusia 15 tahun memilih bekerja untuk membantu perekonomian keluarganya.
“Ya kita tahu kan saat pandemi banyak anak muda Indonesia yang mungkin kurang beruntung sehingga harus putus sekolah, dia salah satunya. Dan agar dia gak hanya diam di desanya dan gak ngapa-ngapain dia akhirnya mengambil keputusan untuk bekerja untuk membantu orang tuanya,” ujarnya.
Selama bekerja bersama, Cinta melihat Salsa memiliki kemampuan dan semangat belajar yang tinggi. Karena itu, ia memberikan kesempatan agar sang asisten kembali mendapatkan pendidikan.
Baca Juga: Dirikan Yayasan Sosial, Cinta Laura Ingin Bangun Akses Air Bersih hingga Sekolah di Indonesia Timur
“Setelah 1 tahun bahkan mungkin kurang dari itu dia kerja sama aku, aku ngelihat dia itu anaknya pinter dan sebenarnya punya motivasi tinggi untuk belajar,” tutur Cinta.
Awalnya, Cinta mendaftarkan Salsa untuk mengikuti kursus bahasa Inggris. Menurutnya, kemampuan bahasa asing merupakan bekal penting untuk membuka wawasan dan peluang di masa depan.
Setelah melihat perkembangan Salsa, Cinta kemudian memiliki ide agar Salsa mengambil pendidikan Paket C supaya memeroleh ijazah setara SMA.
Salsa pun menjalani pendidikan tersebut dengan hasil yang membanggakan. Bahkan, karena dinilai memiliki kemampuan akademik yang baik, Salsa bisa mempercepat proses belajarnya.
“Dia happy banget mendengar itu, akhirnya aku sekolahin di suatu sekolah yang mengakomodasi itu. Dan tadinya dia seharusnya melakukannya selama 3 tahun karena kelas 10, 11, 12. Saking pintarnya dia kata gurunya bisa nih, Salsa akselerasi langsung ke kelas 12,” ungkap Cinta.
Setelah menjalani sistem belajar hybrid online-offline selama sekitar satu tahun, Salsa akhirnya dinyatakan lulus.
Baca Juga: Cinta Laura Sentil Orang Mampu Ambil LPDP: Jangan Rampas Kesempatan Orang Lain
“Itulah yang dia lakukan selama setahun terakhir sampai bulan Mei lalu. Dia hybrid online-offline sekolahnya dan baru aja 2 minggu yang lalu dia lulus, and I’m very proud of her,” ucapnya.
Cinta mengungkapkan, alasan membantu pendidikan Salsa bukan semata-mata agar sang asisten tetap bekerja dengannya. Ia ingin Salsa memiliki kebebasan menentukan masa depan.
“Banyak orang nanya ke aku, ‘Cinta kenapa sih kamu mau nyekolahin asisten? Kan biarin aja dia udah kerja enak di kamu, udah loyal’,” kata Cinta.
Menurut Cinta, seorang pemberi kerja tidak boleh hanya memikirkan kenyamanan pribadi, tetapi juga harus memberikan kesempatan bagi orang lain untuk berkembang.
“Sebagai bos atau employer, mungkin akan lebih convenient buat kita kalau seseorang udah loyal sama kita dan mau kerja sama kita selamanya. Tapi aku punya pemikiran yang berbeda,” ujarnya.
“Aku merasa semua orang, terutama anak muda yang masih remaja, berhak mendapatkan pendidikan, minimal sampai tingkat SMA, karena aku ingin dia memiliki opsi dalam hidupnya,” lanjut Cinta.
Cinta berharap Salsa suatu hari nanti bisa memilih jalan hidupnya sendiri, termasuk jika ingin menekuni bidang lain di luar pekerjaannya saat ini. (dtc)




























