SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Laju Arsenal dan Real Madrid tersendat di liga domestik akhir pekan kemarin. Kedua tim memburu kebangkitan saat keduanya bertemu dalam leg pertama perempatfinal Liga Champions 2024/2025 di Stadion Emirates, Rabu (9/4/2025) pukul 02.00 WIB.
Arsenal gagal meraih kemenangan di Liga Inggris 2024/2025 setelah bermain imbang 1-1 dengan Everton. Hasil itu membuat peluang mereka menjadi juara EPL semakin sulit meski di pekan yang sama Liverpool kalah dari Fulham.
Oleh sebab itu saat menghadapi Real Madrid di leg 1 babak perempat final Liga Champion 2024/2025, Arsenal bertekad meraih kemenangan. Hal yang sama juga diinginkan tim tamu karena baru kalah dari Valencia 1-2.
Arsenal gagal menumbangkan Everton di Liga Inggris 2024/2025. Meski unggul terlebih dahulu, The Gunners gagal meraih 3 poin. Hasil itu pun menjadi modal yang kurang bagus jelang menghadapi Real Madrid.
Kendati begitu pelatih Arsenal, Mikel Arteta optimis timnya akan memberikan performa terbaik. Mereka bertekad untuk bisa mengalahkan Real Madrid, salah satu tim terbaik di dunia yang memiliki 15 gelar juara Liga Champion.
“Menghadapi Real Madrid adalah salah satu pertandingan yang paling dinantikan. Kami akan menghadapi tim yang mendominasi kompetisi Eropa, dan saya sangat antusias,” kata Mikel Arteta dikutip dari laman resmi Arsenal.
Bukan hanya Arsenal yang memiliki hasil buruk di laga terakhir. Real Madrid juga baru kalah dari Valencia di LaLiga. Akibatnya, mereka gagal mengejar perolehan poin Barcelona di posisi teratas.
Kendati begitu, Real Madrid tetap menjadi salah satu favorit juara Liga Champion 2024/2025. Meski tampil kurang bagus di League Phase, Los Blancos berhasil menumbangkan Manchester City di babak play off serta Atletico Madrid di 16 besar.
Menghadapi Arsenal di babak 8 besar bakal menjadi tantangan berikutnya untuk Real Madrid. Kendati kondisi pemain kedua tim tidak terlalu bagus laga diprediksi tetap berlangsung sengit.
Di sisi lain, UEFA memutuskan cuma menjatuhkan denda ke sejumlah pemain Real Madrid, atas selebrasi di markas Atletico Madrid. Sebelumnya ada ancaman para pemain itu diskors.
Empat pemain Madrid dituding melakukan selebrasi bernuansa provokatif di Stadion Metropolitano seusai kemenangan alot di sana. Los Blancos melaju ke perempatfinal lewat adu penalti setelah agregat imbang 2-2 sampai 120 menit di partai leg kedua.
Empat pemain tersebut antara lain Antonio Ruediger, Kylian Mbappe, Vinicius Junior, dan Dani Ceballos. Sport melaporkan bahwa Ruediger memperlihatkan gestur memotong leher sementara Mbappe diduga menyentuh alat vitalnya saat berselebrasi.
Setelah investigasi, UEFA lantas mengambil keputusan tidak menjatuhkan sanksi apapun untuk Vinicius Junior. Sementara tiga pemain lainnya mendapatkan denda dan penundaan hukuman.
Tiga pemain tersebut, yakni Ruediger, Mbappe, dan Ceballos dinyatakan bersalah melanggar aturan dasar atas sikap pantas. Aturan itu termaktub dalam pasal 11 (2) (b) peraturan disiplin UEFA.
Mbappe didenda 40 ribu Euro sementara Ruediger 30 ribu Euro. Keduanya juga dapat penundaan hukuman skors satu laga. Untuk Ceballos, dendanya adalah 20 ribu Euro. Hukuman-hukuman dendan ini pada akhirnya menjadi kelegaan tersendiri buat Madrid, mengingat ada kekhawatiran sanksi larangan bertanding seketika.
Itu akan jadi kerugian besar menatap perempatfinal lawan Arsenal. Leg pertama laga tersebut berlangsung di Emirates pada 8 April, lalu leg kedua digelar di Santiago Bernabeu sepekan kemudian. (dm)