SATELITNEWS.COM, TANGSEL-Antrean panjang mengular sejak pagi di Samsat Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada hari pertama program pemutihan pajak kendaraan bermotor, Rabu (9/4/2025). Diperkirakan lebih dari 3.000 wajib pajak memadati kantor pelayanan sejak pukul 07.00 WIB.
“Sampai jam setengah 11 diperkirakan sampai 3.000 wajib pajak, yang biasanya kita sehari sampai setengah 11, 100 sampai 150 unit, sekarang tinggal berapa kali lipatnya, kurang lebih 3.000 lebih,” ujar Beny Pribadi, Kepala UPTD Pengelolaan Pendapatan Daerah Samsat Ciputat di lokasi.
“Tetapi ini saya bersyukur sangat antusias masyarakat sangat antusias terkait taat pajak, karena program ini sampai 30 Juni, pemutihan yang biasanya bebas denda, kita pokok tunggakan kita hapuskan,” sambungnya.
Beny memperkirakan penerimaan pajak harian bisa tembus di atas Rp4 miliar, dua kali lipat dari biasanya yang hanya berkisar Rp2 miliar per hari. Untuk mengantisipasi lonjakan serupa di hari-hari berikutnya, Samsat Ciputat siap buka layanan hingga malam jika diperlukan.
“Di sore hari setelah posting pasti sangat besar, yang biasanya sehari 2 miliar, sekarang lebih 4 miliar sehari,”ujarnya.
Menurutnya, antusiasme warga luar biasa tinggi, terutama karena program pemutihan tahun ini memberikan keringanan lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya hanya bebas denda, kali ini pokok tunggakan hingga tahun 2024 juga dihapus.
“Khusus tahun ini Gubernur Banten pokok tunggakannya dihilangkan, 2024 sampai ke bawah, jadi bapak ibu bayar pajak cuma satu tahun kedepan, 10 tahun nunggak cuma bayar 1 tahun saja,” jelasnya.
Kata Beny, setidaknya terdapat 150 petugas yang disiagakan mulai dari teknis pemeriksaan kendaraan hingga proses administrasi. Menurutnya, sekira 670 ribu unit kendaraan berpotensi menunggak. Dimana hingga kini baru tercatat sekitar 250 ribu.
Salah satu warga Pondok Betung, Kecamatan Pondok Aren, Tito Junaedi (42) rela antre sejak pagi hari agar bisa menikmati program baru tersebut. Menurutnya, dirinya yang berprofesi sebagai pedagang kain sangat terbantu.
“Sangat membantu adanya program ini, bersyukur juga adanya ini khususnya di Banten. Saya ngurus balik nama sama pajak kendaraan yang mati. Saya dapat informasi dari internet makanya langsung saya ikut,” katanya.
“Cuma memang kekurangannya antrean. Saya antre dari jam setengah 7 berangkat dari rumah. Antre dari jam 7, ramai banget karena warga juga antusias. Saya memang memanfaatkan momentum ini,” lanjut Tito.
Sebagai informasi, program pemutihan pajak ini akan berlangsung hingga 30 Juni 2025. Pemerintah Provinsi Banten berharap, langkah ini mampu menekan angka tunggakan dan meningkatkan kesadaran warga untuk taat pajak. (eko)