SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Hari kedua diberlakukannya program penghapusan denda pajak kendaraan bermotor, ribuan masyarakat mulai mengurus surat kendaraan mereka.
Sejak hari pertama, ribuan warga Pandeglang terus mendatangi kantor Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan Pendapatan Daerah (PPD) Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten, Cabang Pandeglang.
Terkait hal itu, Wakil Ketua DPRD Pandeglang Fikri Pebriansyah, mendatangi kantor tersebut untuk memastikan semua masyarakat terlayani, sekaligus memeriksa mekanisme pelayanan agar tidak terjadi kendala karena bisa menghambat pelayanan.
Fikri mengatakan, kedatangannya kekantor UPT PPD Banten atau Samsat Pandeglang guna memastikan semua masyarakat mendapatkan pelayanan dan sistem pelayanan berjalan lancar. Banyaknya masyarakat yang datang itu, kata dia, merupakan bentuk apresiasi warga terhadap kebijakan Gubernur Andra Soni.
“Antusias masyarakat luar biasa, sampi membludak, ini adalah bentuk happy atau bahagia masyarakat Pandeglang terhadap kebijakan pak Gubernur Banten (Andra Soni-red) terhadap penghapusan denda pajak kendaraan bermotor,” katanya, Jumat (11/4/2025).
Dia mengapresiasi para pegawai UPT PDD Pandeglang, karena memberikan pelayanan baik kepada masyarakat Pandeglang. Bahkan, sampai rela menginap dikantor agar bisa memberikan pelayanan cepat kepada warga Pandeglang yang akan mengurur pembayaran pajak kendaraan.
Baca Juga: Ingatkan Bupati Pandeglang, Fikri: Sekda Harus Komunikatif
“Tidak ada catatan khusus, prinsipnya dua hari ini berjalan dengan lancar dan baik, pak kepala UPT ini luar biasa, tadi beliau masih pakai kaos, ternyata beliau menginap di kantor untuk melayani masyarakat dan membantu turun langsung agar berjalan lancar,” tambahnya.
Dia mengaku, sudah mendapatkan laporan terkait banyaknya masyarakat yang datang untuk mengurus pembayaran pajak kendaraan mereka. Bahkan, dihari pertama sampai seribuan lebih warga Pandeglang yang berpartisipasi.
“Adapun dihari pertama ada kraudit sedikit, tetapi sudah dilakukan perbaikan. Bahkan sudah melakukan antisipasi agar disiapkan ambulance dan tim medis untuk jaga-jaga karena ini membludak, takut ada yang pingsan, ini bentuk antisipasi pelayanan,” ujarnya.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan Pendapatan Daerah (PPD) Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten, Cabang Pandeglang Epy Shafiullah mengatakan, dihari pertama ada sebanyak 1.185 warga Pandeglang yang datang untuk mengurus pembayaran pajak kendaraan.
“Hari pertama sampai seribu lebih. Biasanya untuk mencapai seribu itu butuh dua sampai tiga hari, ini cuma satu hari saja. Bahkan, semalam pelayanan terakhir mengurus pajak lendaraan sampai jam sembilan malam,” ungkapnya.
Epy mengatakan, dihari pertama pihaknya sudah berhasil mendapatkan uang sebesar Rp300 juta lebih untuk dimasukan menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Banten dan Dana Bagi Hasil (DBH) untuk Kabupaten Pandeglang.
Baca Juga: DPC Gerindra Pandeglang Tegas Tolak Budi Ari Bergabung, Fikri: Khawatir jadi Tamemg Politik
“DBH ini diberikan setiap hari dan langsung masuk ke kas Pemkab Pandeglang. Sejak awal tahun sampai saat ini, sudah Rp12 miliar lebih DBH yang masuk ke kas Pandeglang. Kan setiap hari langsung masuk ke kas daerah, bukan per triwulan lagi, tetapi setiap hari,” imbuhnya. (adib)
























