SATELITNEWS.COM, LEBAK – Beberapa hari terakhir, Kabupaten Lebak terus diguyur hujan deras yang disertai angin kencang serta petir. Mengingat Bumi Multatuli, merupakan daerah rawan bencana, BPBD Lebak mengimbau kepada seluruh warga untuk selelui mewaspadai potensi yang bisa ditimbulkan dari cuaca ekstrim tersebut.
“Hujannya tidak menentu, kadang siang bahkan malam hari. Hujannya sangat lebat, mengkhawatirkan karena dibarengi angin kencang dan petir maka saya imbau warga khususnya di daerah perbukitan dan dibantaran sungai untuk selalu mewaspadai segala potensi yang ditimbulkan dari cuaca ekstrim tersebut,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, Febby Rizki Pratama, Minggu (13/4/2025).
Kabupaten Lebak katanya, merupakan salahsatu daerah yang rawan bencana tanah longsor, banjir dan angin kencang. Dimana daerah Lebak Selatan maupun utara, dikelilingi perbukitan dan aliran sungai. Sehingga, potensi bencana bisa saja terjadi seiring dengan cuaca ekstrim tersebut.
“Tidak hanya di wilayah Lebak Selatan maupun utara, tengah juga harus diwaspadai salahsatunya banjir dan pohon tumbang,” ujar Febby.
Febby mengungkapkan, imbauan tersebut dilakukan guna mengurangi risiko bencana yang terjadi. Imbauan yang terus dilakukan, mengingat wilayah Lebak salah satu wilayah di Provinsi Banten yang kerap terjadi bencana pada musim penghujan.
Berdasarkan prakiraan cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kata Febby, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat hingga beberapa hari kedepan.
“Dari 28 kecamatan terdapat 14 kecamatan yang menjadi titik rawan longsor yakni Bayah, Sobang, Lebakgedong. Cigemblong, Bojongmanik, Cibeber, Muncang, Gunungkencana, Cipanas, Cileles, Cimarga, Cikulur, Leuwidamar dan Cilograng,” ucap Febby.
Sementara, terdapat 12 kecamatan yakni Kecamatan Cimarga, Kecamatan Leuwidamar, Kecamatan Rangkasbitung, Maja, Curugbitung, Muncang, Wanasalam, Cibadak, Gunungkencana, Cibeber, Panggarangan dan Bayah. Daerah tersebut, kata Febby merupakan jalur angin yang rawan terjadinya angin kencang atau puting beliung.
“Jadi selain angin puting beliung, di musim penghujan ini yang juga harus diwaspadai adalah tanah longsor, dan banjir,” terang Febby.
“Kepada warga saya mengimbau untuk mewaspadai akan terjadinya potensi kedua bencana tersebut, dengan tetap berada di dalam rumah dan menghindari pohon besar saat terjadi angin kencang,” ujar Febby.
“Warga juga diimbau agar melakukan perawatan saluran irigasi mereka sehingga dapat mencegah banjir,” pesannya.
Camat Gunungkencana Kabupaten Lebak, Firman Arif mengaku, pihaknya terus melakukan imbauan kepada warga untuk selalu waspada pada musim penghujan ini.
“Kita juga terus melakukan koordinasi juga dengan pemerintah daerah untuk mengetahui kondisi,” imbuhnya. (mulyana)