SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Newcastle United meraih kemenangan meyakinkan atas Manchester United dengan skor 4-1. Hasil ini membawa the Magpies menembus papan atas klasemen Liga Inggris.
Laga Newcastle vs MU digelar di Stadion St. James’ Park pada Minggu (13/4/2025). Sandro Tonali membuka keunggulan tim tuan rumah, sebelum MU mencetak gol balasan melalui Alejandro Garnacho untuk menandai babak pertama seimbang.
Kemenangan Newcastle ditentukan oleh sepasang gol Harvey Barnes di paruh kedua permainan. Bruno Guimares menambah satu gol lain yang memastikan Newcastle meraih kemenangan keempat beruntun di kompetisi ini.
Berkat tambahan tiga poin ini, Newcastle United melesat ke peringkat empat klasemen dengan perolehan 56 poin hasil 31 pertandingan. MU turun ke peringkat 14 usai baru mengumpulkan 38 poin,
Tidak cuma kekalahan memalukan didapat Manchester United di kandang Newcastle United. Tapi, ada beberapa catatan buruk mengiringi hasil Setan Merah itu.
Untuk pertama kalinya sejak 1931, MU kalah kandang dan tandang dari Newcastle di musim yang sama. Ironisnya kekalahan ini makin mendekatkan MU ke bibir zona merah ketimbang posisi 10 besar.
Manajer MU Ruben Amorim mengatakan, timnya membuat terlalu banyak kesalahan. “Ada banyak kesalahan,” ungkap Amorim kepada Premier League Production. “Newcastle lebih tangguh di bola kedua. Kami melakukan banyak sekali kesalahan sehingga semakin sulit memenangi sebuah pertandingan. Itu saja.”
“Ada sedikit dari segalanya. Sulit untuk menunjuk satu hal. Sangat sulit untuk menang melawan tim top seperti Newcastle. Apalagi ketika kami membuat banyak kesalahan yang membantu lawan, jadinya semakin sulit.”
“Mari fokus pada pertandingan Hari Kamis,” ceplos Ruben Amorim, merujuk laga perempatfinal leg kedua Liga Europa melawan Lyon.
Hasil negatif ini membuat Manchester United turun ke peringkat 14 klasemen Liga Inggris. Pasukan Ruben Amorim hanya mengumpulkan 38 poin dari 32 pertandingan, sama dengan Everton (13) tapi kalah selisih gol.
Kompetisi tinggal menyisakan enam pertandingan terakhir, yang mempertaruhkan 18 poin. Dengan demikian, perolehan angka maksimal MU sampai pekan ke-38 nanti adalah 56 poin, yang mana dipastikan jadi rekor poin terendah klub dalam sejarah Premier League.
Sebelumnya, rekor mengecewakan itu terjadi di musim 2021/2022 ketika MU finis keenam dengan koleksi 58 poin. Setan Merah cuma meraih 18 kemenangan dan menderita 14 kekalahan, serta diwarnai oleh tiga kepemimpinan manajer: Ole Gunnar Solskjaer, Michael Carrick, dan Ralf Rangnick.
Adapun enam pertandingan terakhir Manchester United adalah melawan Wolverhampton (kandang), Bournemouth, Brentford (tandang), West Ham (kandang), Chelsea (tandang), dan terakhir Aston Villa (kandang).
Amorim meminta timnya untuk lekas move on dari kekalahan melawan Newcastle United. MU harus alihkan fokus ke Olympique Lyon. “Kami harus mulai besok (untuk memulihkan diri untuk hari Kamis). Kami tidak bisa mengubah performa ini, musim (Premier League) ini,” ujar Amorim seperti dilansir situs resmi klub.
“Kami hanya harus berpikir soal masa depan, kami masih punya satu kompetisi di mana kami bisa dapat trofi dan lolos ke Liga Champions.”
“Bagusnya musim ini adalah kami sudah melewati banyak hal jadi kami tahu bagaimana momen-momen ini sangat sulit, tapi kami sudah membuktikan, bukan ke orang lain, tapi ke diri kami sendiri kalau kami bisa bangkit dan berjuang lagi. Jadi, kami harus melakukannya di hari Kamis,” katanya. (dm)