SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Misi membalikkan keadaan diusung Real Madrid saat menjamu Arsenal dalam leg kedua babak perempat final Liga Champions di Santiago Bernabeu, Kamis (17/4/2025) pukul 02.00 WIB. Meski sulit, El Real memiliki keuntungan karena tampil di hadapan suporter sendiri.
Madrid menuju leg kedua ini dengan mimpi yang hampir patah. Kekalahan 0-3 dari Arsenal pada leg pertama di Emirates pekan lalu telah mengguncang fondasi kepercayaan sang juara bertahan.
Carlo Ancelotti kini memimpin tim yang dihadapkan pada pilihan mutlak: remontada atau kehancuran. Bernabeu, tempat di mana keajaiban kerap lahir, akan jadi panggung salah satu drama paling menegangkan musim ini.
Tak ada ruang untuk kesalahan, hanya peluang tipis yang terbuka di tengah tembok ketegangan. Di tengah sorakan fanatik yang membakar langit Madrid, Los Blancos harus menyalakan kembali api yang nyaris padam.
Madrid bukan asing terhadap mimpi buruk di leg pertama, tapi jarang sekali mimpi buruk itu datang dengan intensitas seperti ini. Kekalahan tiga gol di laga tandang hanya pernah terjadi lima kali sepanjang sejarah mereka di Eropa.
Empat dari lima situasi itu berakhir dengan eliminasi, kecuali satu keajaiban melawan Derby County pada 1975. Namun, menghadapi Arsenal yang sedang haus sejarah, menyusun kisah serupa terasa seperti meminta langit runtuh dua kali.
Satu-satunya pelipur lara adalah aura mistis Bernabeu, tempat yang pernah membuat Manchester City dan Chelsea tersandung. Akan tetapi, aura tak akan cukup jika lini depan Madrid kembali tampil sebisu seperti saat melawan Alaves.
Arsenal datang bukan sebagai tim yang ingin bertahan, tetapi sebagai pemburu kepala. Kemenangan 3-0 di Emirates bukan sekadar skor, itu adalah pernyataan kekuatan yang mengalir dalam darah skuad Mikel Arteta.
Tanpa Gabriel Jesus, Kai Havertz, dan Gabriel Magalhaes, mereka tetap menari di atas reruntuhan Madrid dengan racikan taktik yang presisi. Declan Rice berubah jadi penyihir bola mati, menyihir bahkan Roberto Carlos yang hadir di stadion.
Ketika Mikel Merino mencetak gol indah dari peran darurat sebagai striker, The Gunners membuktikan bahwa mereka tak hanya memukul, tapi tahu titik lemah lawan. Kini, mereka tinggal menjaga nyala itu tetap hidup di medan tempur Bernabeu.
Gelandang Madrid Dani Ceballos menyebut timnya wajib habis-habisan untuk membalikkan keadaan atas Arsenal. Ia juga berharap dukungan dari suporter di Bernabeu akan mendongkrak moral Madrid. “Kami butuh pemain yang memberi 200 persen dan pendukung setia, yang percaya seperti kami. Kami semua lebih kuat besama-sama,” ujar Ceballos di situs resmi klub.
“Di hari Rabu, kami akan didukung atmosfer yang luar biasa di Bernabeu untuk membalikkan hasil yang sangat rumit.”
“Kami menanti kalian di hari Rabu, kami butuh kalian lebih dari apa pun,” Ceballos mengirim pesan untuk suporter.
Pemain Madrid lainnya, Eduardo Camavinga, sadar betul misi menghajar Arsenal adalah tugas berat. Oleh karena itu, dia membutuhkan dukungan penuh suporter. “Kami harus tampil sangat serius. Kami haris menyerang, menekan, dan kami butuh pendukung Madrid. Saya tak sabar untuk laga hari Rabu –kami butuh dukungan anda,” kata Camavinga di situs Madrid.
“Ini akan menjadi laga yang luar biasa dan kami semua butuh semua pendukung Madrid di seluruh dunia,” kata dia menambahkan.
Dengan agregat tiga gol yang dipunya, Arsenal cuma butuh minimal hasil imbang saja untuk lolos. Seandainya kalah pun, Martin Odegaard tetap lolos asalkan tidak lebih dari dua gol.
“Aura yang membuat Real Madrid menginspirasi dunia dengan comeback mereka adalah karena mereka melakukannya berkali-kali, dan karena hal itu terjadi di Liga Champions, jadi kebangkitan itu pantas didapatkan mereka,” sahut Merino, gelandang Arsenal kepada El Larguero di Cadena SER.
“Banyak hal memang bisa terjadi. Ini akan menjadi pertandingan yang terbuka, dan kami akan bermain dengan mentalitas mengusahakan kemenangan, memainkan permainan terbaik kami,” lugas Merino menatap Real Madrid vs Arsenal. (dm)