SATELITNEWS.COM, SERANG—Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banten mengusulkan sebanyak tiga nama kandidat yang dianggap pantas mengisi jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Banten. Sekretaris Komisi I DPRD Banten, Umar Barmawi mengatakan jabatan Sekda Banten memang perlu diisi oleh pejabat definitifnya. Agar kinerja pemerintahan bisa berjalan lebih maksimal.
“Usulan ada 3 nama, Nana Supiana, Deden Apriandhi dan Rina Dewiyanti,” katanya, Minggu (20/4).
Diketahui, saat ini jabatan Sekda Banten masih kosong sejak Al Muktabar dilantik sebagai Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pemerintah dan Pemerataan Pembangunan di Sekretariat Wakil Presiden, Kementerian Sekretaris Negara pada akhir November 2024 lalu akan segera diisi. Jabatan itu kini masih diisi oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten Nana Supiana sebagai Penjabat (Pj) Sekda sejak 24 Januari 2025.
“Menurut saya, Sekda itu kan jabatan tertinggi di ASN yang memang harus mengerti kebirokrasian dan bisa membantu memudahkan tugas Gubernur Banten dan bisa berkomunikasi dengan baik,” paparnya.
Umar mengungkapkan, jabatan Sekda bukan hanya sekedar mengatur ASN, akan tetapi juga merupakan wakil dari Gubernur dan Wakil Gubernur Banten saat memimpin rapat dengan anggota DPRD terkait anggaran sebagai kepala TAPD.
“Ini (Sekda, red) yang memang harus sejalan dengan visi-misi Gubernur Banten. Kalau lihat ketiga nama itu semua terlihat baik. Tapi perlu dilihat juga dari jam terbangnya dan memimpin dimana saja, itu mana yang memang kira-kira layak menjadi sekda di Banten,” sambungnya.
Baca Juga: Program Magang ke Jepang Minim Peminat, Di Banten Baru 73 Pendaftar
Pengamat Kebijakan Publik dan Politik, Adib Miftahul mengungkapkan Andra Soni akan membuat sebuah kejutan dalam memilih Sekdanya. Bahkan, menurutnya, dari tiga nama yang saat ini ramai diperbincangkan pun belum tentu dipilih oleh Andra Soni.
“Sekda itu panglima ASN nomor 1. Dia menjadi panglima untuk menjaga netralitas ASN dari semua golongan Itu sudah hukum wajib. Jadi kalau ada Sekda yang sudah bergentayangan ke sana, kemari menurut saya, malah tidak akan dipilih oleh Andra Soni,” ujarnya.
“Walaupun dia (Andra Soni, red) tidak memilih, minimal secara politis akan mendapatkan rambu merah, tidak akan dapat dukungan politis,” sambungnya
Adib mengatakan, Sekda yang diperlukan ialah dia yang mempunyai jiwa untuk dapat memecahkan masalah dan mempunyai kecakapan dalam menyampaikan informasi kepada publik.
“Dia harus punya solusi, harus punya kecakapan. Disitulah ada meritokrasi, ada kualifikasi itu penting. Karena apa? Tadi itu, dia (Sekda, red) ia akan mengakselerasi kebijakan-kebijakan gubernur apalagi janji kampanye Andra Soni ini kan banyak,” katanya.
“Itulah akhirnya Sekda itu punya kualitas, punya kompetensi. Tentunya Sekda itu juga yang betul-betul memang punya chemistry (kecocokan, red) dengan gubernur,” sambungnya.
Baca Juga: Pantau PGA GAK di Pasauran, Gubernur Andra Tegaskan Hal Ini
Sebelumnya, Gubernur Banten Andra Soni, mengaku telah mengajukan permohonan kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk memulai proses pengisian jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) definitif. Langkah ini menjadi sinyal dimulainya proses penting dalam struktur pemerintahan Provinsi Banten setelah jabatan Sekda definitif kosong sejak ditinggalkan oleh Al Muktabar.
“Saya baru saja mengirimkan surat permohonan ke Kemendagri untuk izin melakukan prosesi pengisian jabatan Sekda. Jadi tunggu saja,” kata Andra saat ditemui, Rabu, (16/4).
Andra mengatakan, saat ini dirinya mengajukan izin terlebih dahulu sebelum akhirnya nanti memproses pengisian jabatan Sekda definitif. Ia mengaku, meski sejumlah nama sudah mulai diperbincangkan di kalangan ASN Pemprov Banten. Akan tetapi, Andra menegaskan bahwa saat ini belum ada kandidat yang dibahas.
“Kita izin dulu, baru nanti setelah izin keluar, kita baru berbicara calon,” katanya. (mpd/rmg)
























