SATELIT NEWS.COM, SERANG—Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Serang menemukan sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) sepi saat pelaksanaan Pemilihan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kabupaten Serang. Hal itu diketahui saat dilakukan monitoring.
Ketua Bawaslu Kabupaten Serang, Furqon mengatakan, secara umum untuk jumlah partisipasi pemilih pada pelaksanaan PSU 19 April lalu pihaknya belum menghitung. Namun saat monitoring ada beberapa TPS yang terlihat sepi.
“Kalau untuk partisipasi pemilih kami sih belum menghitung angkanya. Tapi kami melihat ada beberapa TPS sepi, kami enggak tahu sepinya itu apakah karena habis nyoblos itu (pemilih) langsung pulang atau gimana,” ujarnya, Senin (19/4/2025).
Kata Furqon saat ini pihaknya masih fokus pada penanganan money politic. Dimana pada saat menjelang PSU, ada sebanyak 12 orang terduga pelaku yang kedapatan melakukan money politic dari 6 kecamatan.
“Semalam kita sudah diskusi bersama teman teman Gakkumdu, Kejaksaan dan Kepolisian, kami dari Bawaslu sudah membuat tim untuk melakukan penelusuran ke bawah, karena kami membutuhkan informasi untuk klarifikasi,” tuturnya.
Furqon menuturkan, terduga pelaku sempat dimintai keterangan pada malam hari H setelah kejadian oleh pihaknya, kemudian setelah itu langsung dipulangkan. Terduga yang melakukan money politic merupakan dari nomor 1, sedangkan nomor 2 belum ada laporan yang masuk.
Baca Juga: Bupati Serang Tatu Chasanah Tinjau PSU di Tiga TPS
“Kemarin itu kan sempat diminta keterangan saja, setelah itu kita pulangkan, karena kita harus melihat pemberi awalnya,” tuturnya. Selain money politic, Furqon mengungkapkan bahwa pihaknya juga menemukan pelanggaran administrasi, diantaranya seperti surat suara kurang. (sidik)
