SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Atlet panjat tebing Kota Tangerang Selatan Sabrina Syarifah (19) mencatatkan prestasi membanggakan. Dia mewakili Indonesia dalam ajang bergengsi International Federation of Sport Climbing (IFSC) World Cup 2025 yang digelar pada 2–4 Mei 2025 di Nusa Dua, Bali.
Penunjukan Sabrina sebagai salah satu dari 40 atlet panjat tebing yang mewakili Indonesia merupakan hasil seleksi ketat dari Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) pusat. Sabrina saat ini satu-satunya atlet asal Banten yang telah lolos seleksi, berkat prestasinya di ajang PON dan peringkat nasional.
“Penunjukan dari pusat, karena kan hasil pon kemarin itu peringkatnya (bagus). Kita bersyukur dengan segala keterbatasan sarana dan tempat latihan, ini kota Tangsel bisa menghasilkan atlet yang berprestasi,” ujar Pembina FPTI Kota Tangsel, Suhara Manulang, Kamis (1/5/2025).
Mariyanto, Pelatih Sabrina, mengatakan bahwa persiapan menjelang keberangkatan lebih difokuskan pada mental dan teknik. Menurutnya, latihan dua minggu terakhir memang difokuskan untuk ajang bergengsi tersebut.
“Kalau pemberangkatan ini jelas ditunjuknya oleh pusat, mereka pasti membuka data yang ada. Jadi di pusat itu ada peringkat berjalan dan dilihat dari hasil PONn kemarin Sabrina mendapatkan perak, sedangkan di nasional sabrina itu peringkat 11,” paparnya.
Sabrina Syarifah (19), mengaku sangat antusias terhadap kesempatan yang ia dapatkan. Apalagi, kata dia, ini merupakan debutnya di ajang internasional.
Baca Juga: Bank Indonesia Buka Seleksi Pendidikan Calon Pegawai Asisten Manajer, Cek Persyaratannya
“Ini pertama sebelumnya se-Asia cuma nggak resmi kayak Eiger. Aku ikut Speed World Record itu umum siapa aja bisa ikut dari umur berapapun. Rekor terakhir 7,4 detik,” jelasnya.
Sebelumnya, ia pernah mengikuti kejuaraan se-Asia namun belum berstatus resmi federasi internasional. Dalam rekam jejaknya, Sabrina telah mengoleksi tiga emas di ajang Porprov, satu perak di PON, dan perunggu dalam kejuaraan Eiger tingkat Asia Tenggara.
Sabrina menyampaikan bahwa dunia panjat tebing sangat ia sukai sejak usianya baru menginjak lima tahun. Apalagi, sang ayah juga merupakan pelatih dan pegiat panjat tebing. IFSC World Cup 2025 menjadi panggung internasional pertama bagi Sabrina, sekaligus ajang pembuktian bahwa atlet muda dari daerah pun mampu bersaing di level dunia.
“Suka panjat tebing karena suka diajak ayah, karena ayah dulu pelatih, suka diajak latihan, makin kesini makin suka,” pungkas Sabrina. (eko)

















