SATELITNEWS.COM, TANGERANG--Persita menelan kekalahan saat menjamu PSBS Biak di Indomilk Arena pada Sabtu (3/5/2025) sore. Pendekar Cisadane tumbang dengan skor 2-0 dari tim berjuluk Badai Pasifik itu.
Bermain di kandang, pelatih Fabio Lefundes menurunkan pemain muda Dafiq Firdaus sejak awal laga. Itu menjadi debut profesional bagi pemain muda asli Tangerang tersebut,
Pertandingan kemudian diwarnai hujan deras dan petir. Laga sempat terhenti di awal babak kedua. Wasit menghentikan laga selama 30 menit.
PSBS Biak membuka keunggulan melalui tandukan Alexsandro dos Ferreira pada menit ke-22. Pemain asal Brasil itu sukses menyambut umpan silang dari Febrianto Uopmabin dan membawa PSBS unggul 0-1.
Pada pengujung babak pertama, PSBS Biak kembali menambah keunggulan di menit ke-44 kembali melalui tandukan dari Alexsandro.
Di babak kedua, salah satu peluang terbaik Persita didapatkan Eber Bessa yang melepas tendangan jarak jauh. Kiper PSBS Jhon Pigai masih sanggup melakukan tepisan untuk mementahkan upaya gelandang asal Brasil itu.
Marios Ogkmpoe memiliki peluang emas. Namun tendangan kerasnya masih melambung tinggi di atas gawang PSBS.
Marios kembali membuang peluang emas pada 10 menit akhir laga. Menerima umpan silang dari Aji Kusuma, sontekan Marios harus membentur mistar gawang.
Saat sedang mengejar, Persita malah harus bermain dengan 10 pemain. Sin Yeong-bae diusir wasit akibat kartu merah pada menit ke-86. Skor 2-0 bertahan hingga pertandingan berakhir.
Seusai laga pelatih Fabio Lefundes mengatakan bahwa para pemainnya melakukan sejumlah kesalahan yang berakibat dua gol untuk tim tamu.
Dirinya melakukan sejumlah pergantian di babak kedua dan memiliki beberapa peluang yang belum bisa menjadi gol dan harus takluk di laga itu.
“Saya sangat malu dengan hasil ini, saya meminta maaf kepada para suporter yang datang,” ujar Fabio.
“Di babak pertama kami melakukan dua kesalahan dan mereka langsung memiliki kesempatan dalam mencetak dua gol. Terutama pada pekan lalu kami berlatih banyak tentang situasi ini. Karena saya tahu Alexsandro, dan semua pemain mereka bagaimana cara menyerang dan loncat dalam melakukan sundulan.
“Saya mencoba mengubah beberapa pemain di jeda babak pertama dengan tiga pergantian. Dan kami lebih baik dalam bermain, namun tiga menit berselang pertandingan terhenti (karena hujan).
“Tapi itu tak masalah, dan ketika laga dimulai kembali kita memiliki peluang. Kita mencoba mengubah strategi, karena kita bermain dengan seperti satu bek tengah.
“Dan juga idenya adalah menaruh pemain di kotak penalti dan meraih bola yang datang. Dan kita memiliki tiga peluang. Mereka (Biak) memiliki tiga peluang dan mencetak dua gol, kita tiga kali tapi tak bisa mencetak gol,” paparnya.
Fabio berharap dirinya dan tim bisa memaksimalkan tiga pertandingan tersisa musim ini untuk meraih poin sebanyak mungkin.
“Tapi Persita masih memiliki tiga pertandingan, kami perlu istirahat dan kembali membangkitkan para pemain lagi untuk mengerti bagaimana pentingnya tiga laga terakhir pada musim ini,” ujar Fabio. (gatot)