SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Inter Milan menang tipis 1-0 atas Verona dalam laga Serie A. Gol tunggal kemenangan Si Ular lahir lewat penalti Kristjan Asllani.
Inter Milan menjamu Verona di Giuseppe Meazza pada lga lanjutan Serie A, Minggu (4/5/2025). Si Ular mampu mencetak gol ketika laga baru berjalan 9 menit.
Gol tersebut lahir lewat eksekusi penalti Kristjan Asllani. Gol Asllani jadi satu-satunya gol yang tercipta di laga ini.
Inter menang 1-0. Kemenangan ini membuat Inter terus menempel Napoli di puncak klasemen.
Nerazzurri berada di posisi kedua dengan 74 angka tertinggal tiga angka dari Napoli. Sementara, Verona di posisi ke-15 dengan 32 poin.
Serie A kini hanya tersisa tiga pekan lagi. Hal ini membuat persaingan kedua tim untuk memburu Scudetto semakin seru.
Inter bisa meraih kemenangan krusial atas Verona tanpa didampingin pelatih mereka, Simone Inzaghi, di pinggir lapangan. Hal ini karena Inzaghi mendapat hukuman mendampingi tim. Asisten pelatih Inter, Massimiliano Farris berada di pinggir lapangan saat melawan Verona.
Farris mengungkap bahwa peluang Inter untuk juara Serie A kini berat. Pasalnya, mereka harus berharap Napoli untuk terpleset.
Farris ingin Inter terus tampil sempurna di sisa laga. Sambil berharap Napoli kehilangan poin untuk bisa juara Serie A.
“Saat ini, itu tidak lagi ada di tangan kami. Tugas kami adalah memenangkan setiap pertandingan dari sekarang hingga akhir dan tidak menyesal, jadi jika Napoli terjatus, kami harus siap untuk mengambil keuntungan,” pungkas Farris dikutip dari Football Italia.
Inter bisa meraih kemenangan krusial atas Verona tanpa didampingin pelatih mereka, Simone Inzaghi, di pinggir lapangan. Hal ini karena Inzaghi mendapat hukuman mendampingi tim. Asisten pelatih Inter, Massimiliano Farris berada di pinggir lapangan saat melawan Verona.
Namun, Inter langsung menepikan persaingan di Serie A usai duel melawan Verona. Mereka mengalihkan fokus untuk melawan Barcelona di leg kedua semifinal Liga Champions di Giuseppe Meazza (7/5).
Laga berakhir imbang 3-3 pada leg pertama. Itu artinya Inter harus membidik kemenangan di leg kedua demi melaju ke final.
Farris mengungkap hasil imbang di leg pertama jadi modal apik Inter menyongsong laga di leg kedua. Ia menegaskan Inter bakal mati-mati memburu kemenangan di leg kedua.
“Kami datang ke sana dengan rencana untuk memanfaatkan beberapa kelemahan Barcelona. Kami juga sangat menyadari bahwa mereka adalah tim hebat yang gemar menguasai bola dan terkadang menekan kami, jadi kami perlu lebih banyak berusaha,” ujar Farris dikutip dari Football Italia.
“Faktanya, kami mencapai tahap musim ini dan menantang Barcelona untuk memperebutkan tempat di Final Liga Champions, jadi itu sesuatu yang patut dibanggakan. Sekarang kami sudah di sini, kami akan mengerahkan segenap kemampuan kami untuk terus maju,” jelasnya.
Di sisi lain, Napoli kian dekat dengan gelar juara Liga Italia musim ini usai mengalahkan Lecce 1-0 di pekan ke-35. Meski senang, namun pelatih Antonio Conte masih menahan diri saat membahas peluang scudetto. “Saya tak perlu berbohong, ini adalah langkah penting menuju scudetto. Ini adalah langkah penting, meskipun bukan yang terpenting. Saya sempat khawatir dengan Lecce yang main di kandang sendiri, karena mereka berjuang menghindari degradasi, sementara kami tiba di sini dalam situasi darurat,” ujar Conte kepada DAZN.
Conte terlihat marah usai laga, diduga karena Napoli ditekan Lecce di menit-menit akhir. Ia pun mengklarifikasi apa yang terjadi. “Perbedaan antara hasil seri dan kemenangan hari ini bisa berdampak besar. Saya mengakhiri pertandingan dengan stres, bukan marah,” ia melanjutkan.
Jika Conte berhasil meraih scudetto bersama Napoli, maka ia akan menjadi pelatih pertama yang mengukir capaian tersebut dengan dengan tiga tim berbeda. Ia enggan berpikir ke sana saat ini. “Saya akan mengatakannya jika dan ketika itu terjadi, karena saya pernah menang dan kalah pada hari terakhir. Mereka yang menang menulis buku sejarah. Sedangkan yang lain hanya bisa membacanya,” tegas Conte. (dm)