SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Komunitas ibu-ibu warga klaster Neo Eldora RT 006 RW 014, Graha Raya Bintaro, Serpong Utara, Tangerang Selatan menunjukkan bahwa perubahan bisa dimulai dari lingkungan terkecil. Hingga akhirnya, mereka membentuk Kelompok Wanita Tani (KWT) Hidden Garden Gems, sebuah inisiatif lokal yang fokus pada pelestarian lingkungan, ketahanan pangan, dan pemberdayaan komunitas.
KWT Hidden Garden Gems lahir dari kolaborasi warga dalam menjalankan program Kebersihan, Kelestarian, dan Kesehatan (K3) yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan bekerja sama dengan pengelola kawasan Graha Raya dan pengembang Graha Raya, PT Jaya Real Property Tbk.
Komunitas ini aktif mengembangkan berbagai kegiatan seperti kegiatan bertani atau bercocok tanam yang dilakukan di lingkungan perkotaan (urban farming), pengelolaan minyak jelantah menjadi sabun ramah lingkungan, hingga daur ulang limbah plastik menjadi eco paving block yang kuat dan fungsional.
Ketua KWT Hidden Garden Gems, Icha mengatakan salah satu kegiatan unggulan kelompok ini adalah pengolahan minyak bekas rumah tangga menjadi sabun alami. Dengan teknik sederhana dan ramah lingkungan, para ibu rumah tangga berhasil mengurangi limbah dapur sekaligus menciptakan produk bernilai guna yang bisa digunakan kembali oleh masyarakat.
Di sisi lain, pengelolaan bank sampah dan inovasi eco paving block tidak hanya menjawab persoalan tumpukan sampah plastik, tetapi juga menunjukkan bahwa limbah bisa diubah menjadi solusi. Warga kini mampu menciptakan produk yang berguna secara struktural, estetik dan berdampak positif terhadap lingkungan sekitar.
“Kegiatan bercocok tanam menjadi inti gerakan ini. Dengan memanfaatkan lahan pekarangan dan fasilitas bersama, warga menanam sayur-mayur seperti cabai, tomat, daun hijau, serta rimpang-rimpangan. Hasil panen dimanfaatkan untuk konsumsi sehari-hari, menekan pengeluaran rumah tangga, serta menjadi alat edukasi hidup sehat dan cinta alam bagi anak-anak,” ungkapnya, Minggu (4/5).
Baca Juga: Polisi Dalami Kasus Kematian Wanita di Serpong Utara, Dugaan Pembunuhan Masih Diselidiki
Lebih dari sekadar aktivitas lingkungan, gerakan ini telah menjelma menjadi gerakan sosial kolektif yang memperkuat solidaritas antarwarga.
“Kami belajar dari klaster yang sebelumnya juga melakukan hal yang sama, seperti Gardenia Loka dan klaster lainnya. Dengan semangat gotong royong dan cinta lingkungan, kami membangun ruang hijau tersembunyi di tengah kota. Hidden Garden Gems adalah simbol bahwa perempuan bisa menjadi motor penggerak perubahan,” ujarnya.
Inisiatif warga Neo Eldora ini sejalan dan sesuai dengan Amanah Presiden Prabowo. Baru–baru ini Presiden Prabowo secara resmi telah meluncurkan Gerakan Indonesia Menanam (Gerina), sebuah program kolaboratif yang mendorong kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam menanam, menumbuhkan, dan memanen tanaman pangan.
“Komunitas Hidden Garden Gems menjawab ajakan tersebut dengan aksi nyata yang langsung berdampak pada ekosistem warga Neo Eldora Graha Raya Bintaro,” tuturnya.
Gerakan ini bukan hanya soal bercocok tanam atau daur ulang, tetapi tentang membangun masa depan. Warga Neo Eldora menanam lebih dari sekadar tanaman, mereka menanam harapan, kesadaran, dan solidaritas.
Dengan dukungan dari pemerintah daerah dan pengembang kawasan, inisiatif KWT Hidden Garden Gems diharapkan dapat direplikasi di klaster lain sebagai model partisipatif warga dalam pembangunan lingkungan berkelanjutan.
Baca Juga: Perempuan 50 Tahun di Serpong Utara Ditemukan Tewas di Dalam Rumah Kontrakan
Di era di mana tantangan lingkungan kian nyata, gerakan dari akar rumput seperti ini layak mendapatkan dukungan lebih luas untuk memperkuat ketahanan lingkungan dan kemandirian komunitas secara berkelanjutan.
“KWT Hidden Garden Gems menjadi bukti bahwa perubahan dimulai dari akar rumput, oleh warga, untuk warga,” pungkasnya. (hafiz)
























