SATELITNEWS.COM, SERANG – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) RI, Yandri Susanto, ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah menjadi barang berharga. Karena melihat kondisi sampah saat ini, khususnya di Kabupaten Serang sudah darurat.
Yandri mengatakan, sampah itu sebetulnya bernilai ekonomis, bisa dibuat untuk kursi, kerajinan tas, pupuk dan termasuk bisa menjadi energi listrik. Oleh karena itu, mulai dari rumah tangga perlu ada kerjasama untuk memilah sampah.
“Ini perlu kita bumikan, perlu kita sampaikan kepada masyarakat semua di Desa, ayo kita jadikan sampah itu sebagai teman, kita selamatkan lingkungan hidup kita,” kata Yandri, Minggu (18/5/2025).
Diakui Yandri, jika dilihat saat ini kondisi sampah, terutama di wilayah Provinsi Banten dan Kabupaten Serang, sudah sangat darurat, mulai dari jalan Protokol, Jalan Raya, jalan negara berserakan dimana – mana, belum lagi di saluran irigasi, perkampungan -perkampungan.
“Nah, saya ingin mengubah perilaku masyarakat, jangan sampai sampah itu dijadikan musuh,” tuturnya.
Yandri pun mengaku, saat ini Kementeriannya tengah melakukan festival. Mana saja desa yang memang peduli terhadap sampah, mulai dari hulu sampai hilirnya, akan ditentukan juaranya nanti diakhir Agustus.
Baca Juga: Kunjungan Wisatawan di Anyer – Cinangka Kabupaten Serang Tembus 3,5 Juta
“Jadi insya Allah, sampah akan terurai, mulai dari Desa, mulai dari desa pesisir dan perkotaan sampai selanjutnya,” tuturnya lagi.
Yandri mengungkapkan, pihaknya juga akan mengusulkan Banten kepada Pemerintah Pusat agar memiliki mesin sampah untuk energi listrik. Karena TPS itu bukan solusi untuk mengatasi permasalahan sampah, bayangkan di Bantar Gebang tumpukan sampahnya setara dengan 60 lantai gedung.
“Ditumpuk saja bukan solusi,” tandasnya.
Sementara, Pj Sekda Kabupaten Serang, Rudy Suhartanto, menyambut baik Gerakan Desa Peduli Sampah yang disampaikan Mendes PDT RI, Yandri Susanto. Menurutnya, sebuah hal yang sangat membahagiakan bagi semua masyarakat Kabupaten Serang, mengingat saat ini dalam kondisi yang memang darurat sampah.
“Momentum ini akan dijadikan oleh pemerintah daerah, sebagai langkah bersama-sama dengan Kementerian Desa untuk bagaimana menyelesaikan pengelolaan sampah di Kabupaten Serang,” ujarnya.
Oleh karenanya, kata Rudy, ke depan pihaknya akan mencoba mencari langkah-langkah agar pemerintah desa pun bisa bersama-sama menyampaikan berbagai macam cara untuk meminimalisir sampah-sampah yang ada di masyarakat Kabupaten Serang.
Baca Juga: Taat Bayar PBB, Pemkab Serang Undi 2 Tiket Umrah Untuk Warga
“Harapan kita bisa 0, di level RT/RW, desa, kecamatan, sehingga beban pemerintah daerah tidak begitu berat,” ujarnya. (sidik)




















