SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Jelang hari raya Iduladha 1446 H, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang melakukan pemeriksaan hewan kurban yang dijual baik di lapak-lapak pedagang maupun lokasi lainnya. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa hewan kurban yang diperoleh masyarakat memenuhi syarat serta sehat.
Kepala DKP Kota Tangerang Muhdorun menyampaikan, pemeriksaan telah dilakukan sejak awal Mei 2025 dengan membentuk Tim Keswan (kesehatan hewan).
“Dari Tim Keswan keliling ke lapak-lapak pedagang yang ada dan melakukan pemeriksaan kesehatan hewan. Selain itu kami juga sudah mengimbau melalui wilayah apabila ada masyarakat yang memiliki hewan kurban sakit agar segera menghubungi kami untuk dilakukan pemeriksaan apakah hewan itu layak atau tidak,” ujar Muhdorun saat ditemui usai mengikuti apel Harkitnas di Puspem Kota Tangerang, Selasa (20/5/2025).
Lebih jauh Muhdorun menyampaikan, hingga saat ini pihaknya masih belum menemukan hewan yang masuk kategori tidak memenuhi syarat untuk dijadikan hewan kurban. “Senin kemarin teman-teman Keswan juga sudah melakukan pemeriksaan di wilayah Cibodas, Ciledug dan kecamatan lainnya, nah pada saat kita melakukan pemeriksaan kemarin kita belum dapati hewan-hewan yang sakit,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan pendataan lapak-lapak pedagang. Akan tetapi, lanjutnya hingga kini lapak-lapak tersebut terus bermunculan seiring makin dekatnya Iduladha. “Tahun lalu ada 220 lebih lapak pedagang hewan kurban tahun ini masih terus bermunculan dan kami lakukan pendataan,” jelasnya.
Para pedagang hewan kurban tersebut merupakan penjual asal Kota Tangerang, namun hewan dagangannya berasal dari luar wilayah seperti Jawa Barat, Jawa Timur dan Lampung. “Nanti akan kami laksanakan sosialisasi bagaimana tata laksana penanganan hewan kurban dengan narasumber kompeten pada 27 Mei 2025 melalui zoom,” jelasnya.
Dia jug memastikan bahwa hewan-hewan yang datang dari luar daerah dilakukan skrining untuk memastikan kondisinya dengan mengecek kelengkapan surat keterangan hewan tersebut. “Selain mengecek administrasinya kita juga melakukan pemeriksaan kesehatan hewan tersebut,” jelasnya.
“Dan kita juga akan beritahukan kepada pedagang apabila kita dapati ada kelainan pada hewan tersebut serta melakukan penanganan kesehatan hewan dalam prosedur pemeriksaan kesehatan hewan,” jelasnya. Disinggung soal estimasi kebutuhan hewan kurban pada tahun ini, Muhdorun menyampaikan kemungkinan lebih besar atau meningkat 5-10 persen dibanding tahun 2024 lalu.
“Pada tahun lalu itu ada 229 lapak dengan jumlah hewan kurban 6.482 ekor sapi dan 10 ekor kerbau dan 6.503 ekor kambing dan 3.026 ekor domba. Perkiraan tahun ini kebutuhannya akan ada kenaikan 5-10 persen, “jelasnya.
Sapi Sumbangan Presiden
Selain masyarakat biasa, Presiden Prabowo Subianto juga membeli satu ekor sapi untuk dikurbankan di Kota Tangerang. Sapi tersebut dibeli dari petani berjenis Limousin. “Sapinya berbobot 1 ton-an. Nanti untuk kurban di salah satu masjid di Poris Plawad Utara,” jelasnya.
Namun Muhdorun mengaku tak ingat persis dari wilayah mana sapi itu dibeli. “Kalau enggak Kunciran apa Petir gitu. Nanti saya cek lagi,” jelasnya.
Terhadap sapi bantuan presiden tersebut, DKP melakukan pemantauan mengecek kondisi kesehatannya. “Ya termasuk dengan hewan-hewan kurban lainnya juga sih,” terangnya. (made)