SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Stabilnya kondisi perekonomian masyarakat diperkirakan mendorong peningkatan kebutuhan hewan kurban pada Idul Adha 1446 H/2025 M. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang memproyeksikan permintaan hewan kurban akan meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total kebutuhan mencapai 32.382 ekor yang tersebar di 656 titik penjualan, Senin (19/5).
Kepala DPKP Kabupaten Tangerang, Asep Jatnika, mengatakan bahwa tren permintaan hewan kurban memang meningkat setiap tahun, seiring pulihnya daya beli masyarakat.
“Sejak 2023 dan 2024, permintaan terus naik. Tahun ini kami prediksi ada kenaikan lagi sekitar 10 persen. Tahun lalu kebutuhan mencapai 32.000 ekor, dan tahun ini diperkirakan naik menjadi sekitar 32.382 ekor,” jelas Asep kepada Satelit News.
Asep menambahkan, membaiknya kondisi ekonomi serta tidak adanya pembatasan kegiatan turut mendorong minat masyarakat untuk berkurban.
“Kita lihat dari jumlah titik penjualan. Saat ini tercatat ada 656 lapak. Jika jumlahnya bertambah menjadi 700 hingga 800, maka kenaikannya bisa lebih dari 10 persen,” ujarnya.
Berdasarkan data tahun lalu, kebutuhan hewan kurban di Kabupaten Tangerang mencakup 8.644 ekor sapi, 40 kerbau, 4.569 kambing, dan 19.127 domba. Asep menyebut angka ini akan bertambah seiring pertambahan jumlah titik lapak.
Baca Juga: 200 PKL Jalan Kiasnawi Tangerang Direlokasi Mulai 14 Oktober 2026
Untuk menjamin kesehatan dan kelayakan hewan kurban, DPKP akan menerjunkan 100 petugas kesehatan hewan, termasuk dokter dan pengawas, ke 656 titik lapak yang tersebar di 29 kecamatan. Pengawasan akan dimulai pada 26 Mei 2025.
“Petugas akan memeriksa kondisi fisik dan administrasi hewan kurban. Hewan dari luar daerah juga akan diperiksa untuk mencegah masuknya penyakit,” kata Asep.
Sementara itu, salah satu pemilik lapak hewan kurban di Desa Pasirnangka, Kecamatan Tigaraksa, Cecep Kurnia, mengungkapkan bahwa pesanan hewan kurban tahun ini sudah mulai berdatangan.
“Alhamdulillah, pesanan sudah banyak. Harapannya tahun ini tidak ada penyakit aneh-aneh lagi yang bisa merugikan kami. Soalnya kalau ada penyakit, urusannya jadi ribet dan merugikan,” ujarnya. (alfian/aditya)





















