SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Suasana haru dan khidmat menyelimuti halaman Masjid Islamic Center Kota Tangerang Selatan (Tangsel) saat ratusan jamaah haji dari kloter 47 JKG dilepas secara resmi oleh Wakil Gubernur Banten A. Dimyati Natakusumah, kemarin. Sebanyak 393 orang, terdiri dari 390 jamaah dan 3 petugas kloter, bersiap memulai perjalanan spiritual mereka menuju Tanah Suci dengan penuh harap dan semangat ibadah.
“Mudah mudahan mereka mendapatkan predikat haji yang mabrur, makbul. Intinya mereka harus fokus ibadah bukan traveling atau shoping, tapi ini fokus ibadah. Dan kami mendoakan di sini mereka supaya sehat jasmani rohani sampai mulai mabit, mina, musdalifah, wukuf di Arafah, dan seterusnya,” ujar Dimyati seusai melepas jamaah haji Tangsel, pada Selasa (20/5).
Dimyati menekankan pentingnya menjaga niat dan fokus selama di tanah suci. Ia juga berpesan kepada keluarga yang ditinggalkan agar tidak berbuat maksiat, menghormati momentum ibadah para anggota keluarga yang sedang berhaji.
“Jangan maksiat kalau orang tuanya, keluarganya lagi haji tidak boleh. Tapi maksiat mah tidak boleh kapan aja juga,” imbaunya.
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, turut hadir dan menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendampingi dan memberikan kebutuhan para jamaah haji, mulai dari proses keberangkatan hingga tiba di embarkasi.
“Jamaah haji kota Tangerang Selatan kami setiap tahun Alhamdulillah selalu melepas keberangkatan calon jamaah haji di Islamic Center ini Alhamdulillah bermanfaat. Dan kita juga mengawal mulai dari trasportasi, makanya dan sebagainya untuk kebutuhan sampai di asrama haji,” jelasnya.
Baca Juga: Diungkap Mantan Stafsus Yaqut, 24 Anggota DPR Minta Uang Oleh-oleh Di Arab Saudi
“Kami berharap mudah-mudahan para calon jamaah haji ini benar-benar bisa fokus dan di sana bisa menjalankan ibadah haji dengan sebaik baiknya,” lanjut Pilar.
Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Tangsel, Ahmad Rifaudin mengungkapkan bahwa ini merupakan kloter ketiga dari Tangsel yang diberangkatkan. Kata dia, kloter 47 termasuk dalam gelombang kedua, yang langsung akan diterbangkan menuju Jeddah.
Yang menarik dari keberangkatan kali ini adalah adanya dua jamaah dengan kisah yang menyentuh hati. Yang tertua, Jamal Ulen (86 tahun) dari Ciputat, merupakan prioritas lansia dan hanya menunggu lima tahun sejak pendaftaran. Sementara jamaah termuda adalah Aisyah Faradiba Salsabila (20 tahun), yang mendapat porsi haji limpahan dari orang tuanya yang telah wafat sebelas tahun lalu.
Meskipun lanjut usia, Jamal dinyatakan sehat secara medis dan siap menjalankan ibadah tanpa memerlukan alat bantu khusus seperti kursi roda.
“Tertua 86 tahun, yang pertama secara medis pemeriksaan kesehatan yang bersangkutan dinyatakan istitha’ah bahkan layak untuk diterbangkan ke Tanah Suci. Layanan tambahan bukan hanya lansia, disabilitas sakit itu yang memang seperti stroke kakinya lagi kurang sehat kita sediakan kursi roda. Tapi, sekalipun lansia 86 tahun kalau dia sehat ya seperti kemarin jamaah Darul Nisa itu 80 tahun itu biasa nggak pakai apa-apa sehat,” paparnya.
Sebelum diterbangkan, seluruh jamaah akan masuk ke asrama haji Pondok Gede, Jakarta, untuk menjalani pemeriksaan kesehatan terakhir serta menerima perlengkapan ibadah. Mereka dijadwalkan terbang pada pukul 21.05 wib dari Bandara Soekarno-Hatta.
Baca Juga: SMPN 25 Ditolak Warga, Pemkot Tangsel Tak Punya Opsi Lain
Pantauan di lokasi, ratusan keluarga calon jamaah memadati lokasi keberangkatan di Islamic Center sejak sore hari. Haru tangis menyelimuti ketika para jamaah memasuki busnya masing-masing. Rombongan bus meninggalkan lokasi sekitar pukul 18.43 wib. (eko)
























