SATELITNEWS.COM, LEBAK—Kisah inspiratif datang dari seorang pemuda di Kabupaten Lebak. Meski lulusan Magister atau Strata 2, Mupren (30), tidak gengsi untuk berbisnis hewan kambing dan domba. Dari hasil kerja kerasnya, dia berhasil mengumpulkan pundi-pundi uang hingga jutaan rupiah.
Murpen adalah warga Kampung Citundun Mesjid, Desa Banjarsari, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak. Bisnis yang dikembangkannya merupakan bagian dari hobi. Awal mula kesuksesan yang kini dinikmatinya berawal dari hobinya terhadap kambing sejak duduk di bangku SMP. Saat itu dirinya sering diajak mengembala kambing oleh sang kakek.
Mupren lulusan S2 di Fakultas MIPA Unindra. Setelah dirinya lulus di perguran tinggi tersebut, ia melihat peluang yang menjanjikan pada bisnis ternak domba dan kambing. “Ya saya melihat pasar sepertinya bagus ya dan juga sudah tahu untungnya gitu kan, dari pada nyari kerja kemana-mana seperti ke Jakarta atau kemana gitu kan, ya mendingan buka usaha sendiri, walaupun kelihatan ya dekil,” ucap Murpen, Minggu (25/5/2025).
“Saya kuliah S1 di Serang ngambil jurusan Pendidikan Matetamika dan S2 nya di Unindra Jakarta ngambil Fakultas Keguruan MIPA,” ucap Murpen saat disinggung latar belakang pendidikannya. Di tahun 2017 usaha yang kerap dipandang oleh masyarakat dengan bau serta kotor tersebut mulai ditekuninya secara serius, dengan membuat beberapa kandang di belakang rumah orang tua. Usahanya terus menumbuhkan hasil, pundi-pundi rupiah ia kumpulkan untuk membeli tanah.
“Sebelumnya memang saya suka dengan domba sama kambing gitu kan, karena waktu saya kecil sekolah SMP itu dibawa mengembala sama kakek, kemudian setelah lulus kuliah 2015-2016 itu paman saya punya domba, ngurusin domba cuma enggak bisa jualnya, akhirnya saya iseng masarin gitu kan melalui medsos, alhamdulillah ada yang beli tuh,” kata Mupren.
“Setelah berjalan satu tahun saya nyoba bikin kandang di belakang rumah orang tua, langsung tuh dalam setahun sekitar 15 sampai 20 ekor saya punya. Nah dari situ kayaknya ini prospeknya bagus karena melihat kondisi di kampung banyak sawah, banyak rumput, terus banyak limbah yang bisa dimanfaatkan untuk pakan dan setiap tahunnya juga ada yang kurban makanya saya menekuni domba sama kambing ini,” sambungnya.
Baca Juga: Branding, Kunci UMKM jadi Magnet Talenta Calon Entrepreneur
Sejak awal merintis hingga kini ia memiliki berbagai jenis domba dan kambing yang dapat ditawarkan kepada pembeli. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir ia juga berhasil mengembangkan jenis hewan ternaknya, seperti sapi dan kerbau.
“Ada jenis Domba Garut, jenis lokal, ada Jawa, ada kambing kacang, ada kambing sapera juga sama Jawa Rangdu. Kalau sapi sama kerbau baru dua tahun jalan karena masih iseng-iseng, karena belum punya pasar jadi saya belum berani banyak. Ini nyoba dua tahun alhamdulillah sudah ada yang beli. Makanya Insya Allah tahun depan saya mau bikin kandang sapi yang agak besar karena permintaan sudah mulai banyak juga,” ungkapnya.
Mupren mejelaskan, menjual hewan ternaknya. Ia bahkan menggunakan berbagai macam metode jejaring sosial, bahkan ia kini semakin ahli memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran domba dan kambing tersebut. “Penjualannya mulai dari mulut ke mulut, lewat teman, lewat grup WhatsApp, terus lewat jejaring sosial, seperti Facebook, Tiktok, Instagram dan lainnya,” jelasnya.
Kino penghasilannya kini mencapai ratusan juta rupiah dalam setahun. Sebab, kambing maupun dombang yang ada dalam ternaknya di pelihara dan diberikan makan dengan rutin serta perawatan lainnya. “Kalau ngomong keuntungan agak malu sebenarnya ya, cuma ya begini, dari 50 ekor betina itu ada yang beranak 2, ada yang 1, ada yang beranak 3 gitu kan, rata-rata dalam tiga tahun kambing itu beranak tiga kali. Kalau berbicara keuntungan alhamdulilah cukup besar,”
“Kalau pemasaran masih sekitaran daerah Banten saja, seperti Pandeglang, Serang sama Tangerang,” pungkas Murpen saat disinggung seberapa luas pemasaran yang dilakukannya.(mulyana)
























