SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), mulai mengembangkan wisata religi di dalam kawasan konservasi tersebut. Tujuannya, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata.
Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), selama ini dikenal sebagai rumah bagi Badak Jawa yang langka, surga bagi pecinta alam, dan salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia. Namun, siapa sangka kawasan ini menyimpan jejak sejarah dan religi yang belum banyak dikenal masyarakat luas.
Jauh sebelum kawasan ini ditetapkan sebagai taman nasional, Ujung Kulon sudah menjadi tempat bermukim bagi penduduk setempat. Bukti nyata dari sejarah panjang itu, adalah keberadaan makam Adipati Ukur, atau yang juga dikenal sebagai Raden Sumadikara.
Tokoh pejuang ini, memiliki kontribusi besar dalam perjuangan masa lampau, dan kini makamnya menjadi salah satu saksi bisu akan perjalanan sejarah di Desa Kramatjaya, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang.
Adipati Ukur tidak hanya dikenang sebagai seorang pejuang, tetapi juga sebagai simbol semangat dan keberanian dalam menghadapi tantangan zaman.
Makamnya yang berada di tengah kawasan TNUK ini memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi wisata religi yang menarik. Dengan suasana yang penuh ketenangan, ditemani hamparan alam khas Ujung Kulon, para pengunjung bisa sekaligus menikmati harmoni antara sejarah dan alam.
Pihak TNUK juga, mengambil peran penting dalam pengelolaan kawasan ini yang merupakan cagar budaya. Karena lokasinya berada dalam area konservasi, TNUK berupaya untuk bekerja sama dengan pengelola atau kuncen makam tersebut. Langkah ini, mencakup menjaga kawasan konservasi, sekaligus pemberlakuan tarif Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) untuk masuk kawasan.
Hal itu sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2025 tentsng, Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2023 tentang Devisa Hasil Ekspor dari Kegiatan Pengusahaan, Pengelolaan, dan atau Pengolahan Sumber Daya Alam yang mulai berlaku sejak 30 Oktober 2024.
Selain itu, juga mengajak para kuncen untuk mengurus izin berusaha melalui sistem OSS (Online Single Submission). Dengan terverifikasinya para kuncen sebagai penyedia jasa resmi, diharapkan pengelolaan makam Gunung Tilu, termasuk makam Adipati Ukur, dapat berjalan lebih baik dan tertib.
Pertemuan dan diskusi dengan para kuncen ini pun berlangsung penuh keakraban, menunjukkan adanya komitmen bersama untuk menjaga kawasan sekaligus mengembangkan potensinya.
Pejabat sementara (Pjs) Kepala Desa (Kades) Kramatjaya, Kecamatan Sumur Engkus mengatakan, tujuam utama difikuskannya pengembangan wisata religi tersebut guna meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat setempat.
“Kami ingin masyarakat di sini bisa lebih mengenal dan bangga akan sejarah leluhur mereka, sembari menciptakan peluang ekonomi baru,” katanya, Selasa (27/5/2025).
Dia mengatakan, ada beberapa hal yang menjadi perhatian, terutama yang berkaitan dengan wisata religi, termasuk koordinasi dan kolaborasi dengan pihak Balai TNUK selaku pemegang kebijakan kawasan konservasi.
“Kuta duduk bareng membahas hal itu agar kedepannya bisa berdampak besar terhadap masyarakat lokal. Kita juga sudah menyampaikan terkait aspek lain yang bisa menunjang berjalannya konsep tersebut,” tambahnya.
Kepala Seksi (Kasi) Wilayah III Pengelolaan Taman Nasional Balai TNUK, I Made Artawan menyarankan, agar pemerintah setempat dan komunitas lokal dapat berkolaborasi untuk menyediakan fasilitas pendukung wisata. Seperti area parkir, gazebo, hingga pemandu wisata yang siap memberikan informasi mendalam tentang sejarah Adipati Ukur.
“Produk kerajinan tangan, kuliner khas, hingga homestay berbasis rumah warga menjadi bagian dari ekosistem wisata yang dirancang agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat dan ini merupakan implementasi program pagar ekonomi Balai TNUK,” paparnya.
Dia meyakini, pengembangan wisata religi di TNUK khususnya di Desa Kramatjaya, bisa menjadi katalisator untuk memperkenalkan kekayaan sejarah dan budaya Banten ke mata dunia.
“Ini merupakan upaya bersama untuk kepentingan bersama,” imbuhnya. (adib)