SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Seleksi Penerimaan Siswa Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026 di Kota Tangerang segera digelar. Pemkot Tangerang bertekad menjalankan SPMB secara transparan, akuntabel, dan berintegritas.
Salah satu fokus utama sosialisasi adalah memberantas praktik pungutan liar (pungli) dalam bentuk apapun.
Dalam kegiatan Sosialisasi SPMB dan Saber Pungli sekaligus Penandatanganan Komitmen Bersama SPMB Berintegritas Tahun Pelajaran 2025–2026 di lingkungan Kota Tangerang Wali Kota Tangerang Sachrudin menekankan komitmen Pemkot untuk melaksanakan SPMB secara transparan dan berintegritas.
“Saya tegaskan, proses SPMB tahun pelajaran 2025-2026 ini harus berjalan transparan dan akuntabel. Tidak boleh ada celah atau praktik pungli dalam bentuk apapun,” tegas Sachrudin usai membuka acara di Pusat Pemerintah (Puspem) Kota Tangerang, Rabu (28/5/2025).
“Jika ada indikasi atau praktik pungli, jangan ragu untuk melaporkan, baik melalui Laksa maupun hotline Dinas Pendidikan. Kami akan menindak tegas oknum-oknum yang mencoba mencederai proses penerimaan ini sesuai aturan yang berlaku tanpa pandang bulu,” katanya kepada awak media.
Penandatanganan Komitmen Bersama SPMB Berintegritas menjadi simbol kesepakatan kolektif antara Pemkot Tangerang melalui Dinas Pendidikan, dan seluruh satuan pendidikan untuk mewujudkan penerimaan murid baru yang bersih dari praktik ilegal. Komitmen ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan keadilan bagi seluruh calon murid dan orang tua.
Baca Juga: Masuk SMP di Lebak Wajib Lampirkan Ijazah Diniyah
“Saya optimis dengan semangat kolektif ini, kita bisa melaksanakan SPMB dengan lancar dan para pelajar di Kota Tangerang bisa terus mengenyam pendidikan yang layak dan terjangkau,” pungkas Wali kota.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Jamaluddin berharap, proses SPMB dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan kesepakatan yakni anak anak mendapat hak pendidikan sesuai dengan program Pemkot Tangerang yakni Gampang Sekolah.
Terlebih Kota Tangerang telah memiliki program sekolah swasta gratis serta program Tangerang Cerdas. Alhasil, siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama (SD dan SMP) yang masuk dalam katagori keluarga tidak mampu dapat melanjutkan pendidikan secara gratis di sekolah negeri maupun swasta.
“Kota Tangerang sudah memiliki program Tangerang Cerdas. Bagi anak yang berasal dari golongan keluarga tidak mampu akan diberikan bantuan untuk dapat melanjutkan pendidikan,” pungkasnya. (made)
























