SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Dalam sepekan ini, Nelayan Labuan tengah dirundung kegalauan. Penyebab hal itu, karena cuaca yang tidak menentu sehingga berdampak terhadap hasil tangkapan mereka yang terus menurun.
Cuaca memang menjadi faktor utama hasil tangkapan para nelayan, kondisi yang sering berubah-ubah berpengaruh terhadap hasil tangkapan mereka, bahkan cenderung mengalami penurunan.
Sedikit dilematis memang, tetapi itulah risiko dari sektor perikanan tangkap. Mengeluh sudah pasti, tetapi semua itu sudah kehendak alam dan tidak ada yang bisa merubah atau disalahkan, atas persoalan tersebut.
Para nelayan, kini hanya bisa menikmati fenomena cuaca yang tidak menentu dan panjangnya masa sulit menangkap ikan. Biasanya, memasuki bulan ke empat, pasokan ikan mulai meningkat seiring dengan bertambahnya hasil tangkapan nelayan.
Namun, ditahun 2025 ini, musim ikan belum kunjung datang karena cuaca yang tidak menentu. Meski demikian, para nelayan tetap mencari ikan di laut lepas agar bisa mendapatkan pundi-pundi rupiah untuk mereka bawa pulang kerumah dan menghidupi anak istri.
Mardi, seorang nelayan Labuan mengatakan selama satu pekan terakhir hasil tangkapan di Laut lepas belum memuaskan, malah cenderung berkurang. Namun, dia tidak bisa berbuat banyak dan tetap mencari ikan di laut untuk menghidupi anak dan istri.
Baca Juga: Krisis Air Bersih Masih Melanda, Warga Desa Idaman Pandeglang Butuh Penanganan Serius
“Ya mau gimana lagi, kalau nggak melaut kita nggak ada pemasukan. Daripada di rumah saja, mendingan mencari ikan, walaupun jumlahnya hanya seadanya, tetapi Alhamdulillah,” katanya, Minggu (1/6/2025).
Dia menceritakan, dalam kondisi normal, dia biasanya bisa membawa pulang uang sebesar Rp5 juta dalam satu kali melaut atau menangkap ikan. Namun, sejak sepekan terakhir ini, pendapatannya berkurang karena ikan masih sulit didapatkan.
“Biasanya sekali melaut dapat aja lima juta mah, tapi sekarang paling cuman bisa bawa uang dua jutaan. Karena lautnya enggak nentu cuacanya, makanya ikam sulit didapat,” tambahnya.
Manajer Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Labuan 2, Cahyadi mengatakan, selama beberapa hari terakhir para nelayan mendapatkan tangkapan ikan lebih sedikit dibandingkan biasanya. Kondisi itu terjadi karena cuaca ditengah laut cepat berubah dan berpengaruh terhadap hasil tangkapan.
“Sudah sekitar sejak tiga lalu, hasil tangkapan ikan para nelayan menurun, karena angin kencang. Biasanya selalu banyak bawa ikan ke lelang, tetapi ini mah cuman seadanya,” ujarnya.
Cahyadi mengatakan, berkurangnya hasil tangkapan berpengaruh besar terhadap keuangan para nelayan. Bahkan, beberapa nelayan memaksakan diri untuk tetap mencari ikan di laut lepas meskioun kondisinya sesanf buruk.
Baca Juga: Desa Bandung Pandeglang Siap Expor Ikan Mas Sinyonya dan Udang Sawah ke Papua Nugini
“Kalau lagi tangkapan ikan lagi bagus kita bisa melelang ikan bisa sampai Rp80 juta untuk satu kapal. Tapi kalau sekarang paling di kisaran Rp20 sampai Rp25 juta saja, soalnya ikannya lagi susah,” ujarnya lagi.
Pengelola TPI Labuan 1, Otoy menyampaikan hal senada. Kata dia, kondisi cuaca saat ini sedang tidak menentu dan membuat hasil tangkapan nelayan. Meskipun demikian, para nelayan tetap pergi ke laut untuk mencari ikam, karena kalau enggak begitu, mereka enggak ada pemasupan.
“Sebagian tetap ada yang melaut, sebagian mungkin tidak. Benar menurun, biasanya sampai puluhan juta, sekarang dibawa sepuluh jutaan kalau sekali melaut,” tuturnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) TPI Pandeglang, Ardiansyah mengatakan, fenomena alam itu lumrah terjadi setiap tahun. Meski demikian, pihaknya tetap berkoordinasi dengan para nelayan dan pengelola TPI guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.
“Kita tidak bisa menghindari fenomena itu, tetapi kita tetap melakukan pengawasan dan pemantauan kepada para nelayan. Untuk saat ini, kita hanya bisa menyampaikan kepada para nelayan agar tetap berhati-hati selama melaut,” imbuhnya. (adib)

















