SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Francesco Acerbi mengungkapkan alasannya abaikan panggilan Timnas Italia. Dia mengaku tak sejalan dengan pelatih Luciano Spalletti, bukan karena Inter Milan dihajar Paris Saint-Germain.
Inter kalah 0-5 dari Paris Saint-Germain 0-5 di final Liga Champions, Minggu (1/6/2025) dini hari WIB. Acerbi main penuh di laga ini.
Pelatih Timnas Italia, Luciano Spalletti, mengonfirmasi bahwa bek Inter itu tak menjawab panggilan ke skuad Azzurri. Acerbi padahal masuk dalam daftar pemain untuk melawan Norewgia dan Moldova di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Sempat ada dugaan bahwa alasan Acerbi mengabaikan panggilan Timnas Italia karena ingin menenangkan diri karena kekalahan Inter dari PSG. Namun, hal itu tidak benar.
“Setelah mempertimbangkan dengan matang, saya sampaikan kepada CT (pelatih) hari ini bahwa saya tidak akan menerima panggilan ke tim nasional. Ini bukan pilihan yang saya ambil dengan mudah, karena mengenakan seragam Azzurri selalu menjadi kehormatan dan kebanggaan bagi saya,” tulis Acerbi di Instagram pribadinya.
“Namun, mengingat kejadian baru-baru ini, saat ini tidak ada kedamaian untuk melanjutkan perjalanan ini. Saya tidak mencari alasan, saya menuntut rasa hormat. Dan jika rasa hormat ini tidak ada di pihak mereka yang seharusnya memimpin kelompok, maka saya lebih suka mundur.”
“Saya bukan orang yang ingin mempertahankan jabatan. Saya selalu memberikan segalanya, tetapi saya tidak akan bertahan di tempat yang tidak lagi saya inginkan, dan jelas bahwa saya bukan bagian dari proyek CT.”
“Ini keputusan saya, dan seperti yang saya katakan tadi pagi kepada CT, ini bukan keputusan final, juga bukan keputusan yang didasari kemarahan, atau ‘depresi’ setelah kalah di final Liga Champions. Ini adalah langkah mundur yang harus diambil.”
“Saya mendoakan yang terbaik untuk tim nasional, dan seperti rekan-rekan setim saya, saya akan terus mendukung mereka dengan dedikasi yang sama seperti yang selalu saya tunjukkan di lapangan,” Acerbi menegaskan.
Terkait dengan Inter Milan yang rontok pelan-pelan yang diakhiri dengan kekalahan telak di final Liga Champions, Francesco Acerbi bersikukuh Inter tetap menjalani musim yang hebat.
Nerazzurri digadang-gadang memenangi treble setelah melaju dengan kencang di sebagian besar 2024/2025. Namun, peruntungan Inter berubah dalam sebulan terakhir.
Bermula dari disingkirkan AC Milan di semifinal Coppa Italia (agregat 1-4), Inter kehilangan Scudetto usai finis kedua di bawah Napoli, sebelum digasak Paris Saint-Germain 0-5 pada final Liga Champions di akhir pekan. Inter kembali gigit jadi di kompetisi Eropa usai dikalahkan Manchester City di final 2023.
“Melangkah ke final Liga Champions untuk kedua kalinya dalam tiga tahun dan gagal meraih kemenangan itu menyakitkan,” sahut bek tengah veteran Inter Milan ini kepada Sky Italia. “Namun, perjalanan ini merupakan sesuatu yang mengasyikkan. Perjalanan ini selalu membantu kami untuk tumbuh dan berkembang.”
“Dua tahun lalu melawan Man City, kami pikir kami bisa bermain bagus melawan tim kelas dunia, kami membuat mereka kesulitan, tetapi kami kekuragan sesuatu untuk melakukannya.”
“Sulit untuk berkata-kata setelah gagal memenangi satu trofi pun. Tapi kupikir ini adalah musim yang hebat,” lugas Francesco Acerbi.
Setelah serangkaian hasil mengecewakan ini, pelatih Inter Milan Simone Inzaghi dicemooh usai diberikan Tapir d’Oro, penghargaan olok-olok dari sebuah program acara di stasiun televisi Canale 5. Sedangkan Acerbi menolak panggilan Timnas Italia untuk dua laga internasional di depan melawan Norwegia dan Moldova. (dm)