SATELITNEWS.COM, SERANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, menargetkan produksi jagung di tahun 2025 ini seluas 9.692 hektar, dengan produksi 57.351 ton. Sementara pada tahun 2024, luas panen Jagung mencapai 12.742 hektar dengan Produktifitas 8,3 Ton/hektar atau 106.921 Ton.
Saat ini, harga jual di tingkat petani sebesar Rp5.500/Kg jagung pipilan kering. Untuk mempertahankan harga jual itu, sejumlah industri pakan ternak di Banten diminta untuk langsung melakukan serapan ke tingkat petani.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, untuk mengoptiomalkan produktivitas jagung di Provinsi Banten, dirinya sudah melakukan terobosan melalui program Kanan Kiri Jalan Tol Tanam Jagung (Kakijatol) seluas 750 Hektar, bekerjasama dengan semua pihak terkait termasuk jajaran kepala desa dan pihak offtaker termasuk Bulog.
“Kita sudah anggarkan juga dari APBD Provinsi Banten, sebesar Rp4,8 Miliar terdiri dari benih jagung, pupuk lengkap, alat tanam dan alat panen,” kata Andra seusai melakukan panen raya jagung serentak kuartal II secara virtual bersama Presiden, di Desa Camplang, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, belum lama ini.
Untuk itu, Pemprov Banten bersama Forkopimda akan terus hadir untuk membangun semangat, keyakinan serta harapan petani untuk terus meningkatkan produktivitas. Dari hasil panen yang melimpah dan kerjasama semua pihak, petani kita akan semakin makmur.
“Termasuk kedaulatan pangan kita juga akan terjaga,” pungkasnya.
Baca Juga: Tiga Jabatan Eselon II Masih Kosong, Pemprov Lakukan Pemetaan Pegawai
Kepala Distan Provinsi Banten Agus M Tauchid mengatakan, potensi kawasan pengembangan Jagung di Provinsi Banten pada tahun 2025 ini mencapai 53.367 Hektar, diantaranya dari Kabupaten Serang seluas 1.783 Hektar yang tersebar di Kecamatan Jawilan 531 hektar, Pamarayan 548 Hektar, Gunung Sari 182 Hektar, Kecamatan Kopo 182 Hektar, Kecamatan Mancak 170 hektar dan Kecamatan Bojonegara 170 Hektar.
“Untuk di Desa Camplang ini, dikelola oleh Poktan Indah Tani dengan luasan mencapai 2 hektar yang berhasil produksi sekitar 85 ton dan dapat tanam dua kalu dalam setahun,” ujarnya.
Harga jual dari tingkat petani sebesar Rp5.500/Kg pipilan kering. Sehingga pendapatan petani sekitar Rp31.350.000/ha dikurangi biaya produksi Rp.13.000.000/ha. Sehingga pendapatan bersih petani Rp18.350.000/ha.
“Yang diserap langsung oleh industri pakan di Provinsi Banten,” ujarnya.
Kapolda Banten Irjen Pol Suyudi Ario Seto menambahkan, Polri berkomitmen akan terus aktif Dalam mendukung program pembangunan nasional dan daerah, salah satunya melalui ketahanan pangan.
“Polri sudah bekerjasama dengan Kementerian, Pemda sampai Kelompok Tani untuk bersama-sama meningkatkan ketahanan pangan,” ujarnya.
Baca Juga: Pemprov Evaluasi Jurusan SMK, Dindikbud Banten Lakukan Optimalisasi Kejurusan
Target pengelolaan lahan pertanian jagung yang dilakukan Polda Banten mencapai 2.500 hektar, dimana yang sudah terealisasi mencapai 278,30 hektar. Pada kuartal I 231 hektar dan kuartal II ini sebesar 48 hektar atau sekitar 11,3 persen.
Dari luas lahan yang sudah dioptimalkan itu, telah menghasilkan panen Jagung sebanyak 989,8 ton yang diserap oleh sekitar 16 industri mitra di Provinsi Banten dengan harga Rp5.500/Kg.
“Kita harus terus bekerjasama untuk meningkatkan produktivitas jagung ini,” pungkasnya. (luthfi)
























