SATELITNEWS.COM, LEBAK—Sejumlah wisatawan yang hendak berlibur ke kawasan wisata Pantai Sawarna Kabupaten Lebak mengeluhkan adanya aksi pungutan liar (pungli) yang dilakukan oknum masyarakat di pertigaan Simpang Ciawi, Kecamatan Cilograng.
Para pengendara yang melintas di jalur menuju salah satu destinasi terkenal di Bumi Multatuli itu mengaku diberhentikan dan diminta uang sebesar Rp 5.000 oleh sejumlah orang. Aksi pungli ini menjadi viral seusai salah satu pengunjung merekam kejadian tersebut dan mengunggahnya ke media sosial.
Berdasarkan informasi yang diterima, praktik pungli ini sudah terjadi cukup lama. Terutama pada akhir pekan dan momen libur panjang seperti Lebaran. Wisatawan dari berbagai daerah, termasuk Jawa Barat dan Jabodetabek kerap mengalami pemalakan saat melintasi jalur Pelabuhan Ratu melalui Simpang Ciawi.
Salah satunya seperti dialami Budi (32), wisatawan asal Bogor. Dia mengaku kecewa dengan kejadian tersebut. “Saya sudah beberapa kali ke Sawarna, tetapi setiap melintas simpangan itu, pasti harus keluar uang Rp 5.000. Padahal ini merusak citra pariwisata daerah,” ujarnya, Senin (9/6/2025).
Tidak hanya kepada dirinya, dugaan pungli juga terjadi kepada pengunjung lainnya. Oleh karenanya Budi berharap ada upaya tindakan agar pungutan ini tidak terjadi. “Banyak yang mengeluhkan hal serupa (pungli). Saya harap, pemerintah maupun aparat penegak hukum untuk segera melakukan aksi agar kegiatan yang meresahkan ini bisa ditertibkan,” tuturnya.
“Kalau hal seperti ini terus dibiarkan khawatir menjamur, sudah pasti kegiatan ini akan berdampak buruk pada destinasi wisata khususnya di Lebak,” tandasnya.
Baca Juga: Praktik Pungli Berkedok Parkir Tanpa Karcis di Alun-Alun Cibodas Ditertibkan
Menanggapi adanya keluhan itu, tokoh masyarakat sekaligus Ketua Balawista Kabupaten Lebak, Erwin Komara Sukma, menyesalkan adanya aksi pungli di jalan raya.
Menurutnya, keberadaan oknum tersebut sangat meresahkan dan bisa menurunkan minat kunjungan wisatawan ke kawasan Sawarna. “Saya berharap Kapolres Lebak bisa bertindak tegas. Sekarang sedang digencarkan pemberantasan preman dan pelaku pungli ini seharusnya menjadi perhatian,” tegas Erwin.
Ia menambahkan, maraknya aksi pungli ini dapat merusak reputasi destinasi wisata dan berdampak negatif terhadap ekonomi lokal. “Banyak wisatawan mengeluh karena dipalak. Kalau ini terus dibiarkan, pengunjung bisa enggan datang ke Sawarna,” pungkasnya.(mulyana)
























