SATELITNEWS.COM, SERANG – Pemprov Banten menyalurkan sejumlah hewan kurban, baik kepada masyarakat sekitar Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Curug, Kota Serang serta sejumlah Pondok Pesantren (Ponpes), yayasan pendidikan dan yang lainnya.
Ketua DKM Masjid Raya Al-Bantani, EA Deni Hermawan mengatakan, sejumlah hewan kurban yang dititipkan penyalurannya di Masjid Raya Al-Bantani, telah disalurkan kepada masyarakat, pondok pesantren dan yayasan pendidikan lainnya.
“Untuk masyarakat sekitar KP3B, kita salurkan hewan kurban, pada hari H Idul Adha kita salurkan 2 ekor kambing dan hari ini 1 ekor sapi,” ungkap Deni, saat dihubungi, Minggu (8/6/2025).
Selanjutnya, Deni juga menuturkan, terdapat 30 hewan kurban sapi dan 31 hewan kurban kambing, yang dititipkan penyalurannya kepada pihaknya.
“Itu jumlah hewan kurban yang dititipkan penyalurannya ke DKM Masjid Raya Al-Bantani,” tambahnya.
Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Provinsi Banten, Gunawan Rusminto menyampaikan, di lingkungan Pemprov Banten terdapat 73 hewan kurban, terdiri dari 41 hewan kurban jenis sapi dan kerbau dan 32 hewan kurban jenis domba.
“Semua hewan kurban tersebut kami didistribusikan kepada masyarakat, mulai kita distribusikan langsung hewan hidupnya dan ada juga yang kita salurkan daging kurbannya,” pungkasnya.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner) Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten, Ari Mardiana menuturkan, proses pemilihan hewan kurban dari Presiden telah melalui serangkaian pemeriksaan, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga minimal bobot.
“Untuk sapi kurban Pak Presiden beratnya 1.150 KG dan untuk sapi kurban pak Gubernur Banten berada di 1.145 KG, kedua sapi ini sudah kita lakukan semua pemeriksaan, baik pemeriksaan fisik hingga pemeriksaan di laboratorium,” ujarnya.
Selanjutnya, ia menuturkan kedua sapi tersebut telah dilakukan pemeriksaan laboratorium. Sehingga telah dipastikan bebas dari antraks, PMK, LSD dan bebas dari kecacingan.
“Dan ini tekah selesai di sembelih, mudah-mudahan ini berjalan lancar dan hari ini mungkin akan kita cacah serta selanjutnya akan di bagikan kepada masyarakat,” tandasnya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat yang akan melaksanakan kurban untuk memperhatikan beberapa haln diantarannya memastikan hewan kurban aman atau bebas dari penyakit, kurban yang menyehatkan bagi manusia, tidak mencampurkan daging merah dengan organ dalam hewan karena dapat mempercepat pembusukan serta memastikan proses penyembelihan sesuai dengan syariat islam.
“Selain itu, jangan mempergunakan plastik warna hitam untuk pengemasan, karena plastik hitam itu yang kandungan kimianya tinggi. Sedangkan daging merupakan bahan makan yang memang mudah menyerap hal-hal dari luar bahkan unsur kimia dapat terserap, jadi nantinya takut bau atau tidak awet,” jelasnya. (luthfi)