SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Sebanyak 11 Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Iran tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (24/6) sore, menggunakan maskapai Turkish Airlines.
Kedatangan mereka merupakan bagian dari misi evakuasi terhadap total 97 WNI yang terdampak konflik bersenjata di Iran.
Rombongan disambut langsung oleh Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri RI, Andi Rachmianto, serta Direktur Perlindungan WNI Judha Nugraha yang hadir mewakili Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi.
“Alhamdulillah, baru saja sekitar satu jam yang lalu kita menyambut saudara-saudara kita WNI yang telah berhasil dievakuasi dari Teheran dan beberapa kota di sekitarnya,” ujar Judha Nugraha dalam keterangannya di bandara.
Ia menjelaskan bahwa dari total 97 orang yang berhasil dievakuasi, sebanyak 11 WNI telah tiba lebih dahulu di Indonesia, sementara sisanya masih dalam proses pemulangan bertahap.
Judha mengungkapkan bahwa proses evakuasi ini merupakan arahan langsung Presiden RI dan telah disiapkan sejak awal konflik pecah antara Iran dan sejumlah negara Barat. Para WNI sebelumnya dievakuasi ke perbatasan Azerbaijan, lalu dipindahkan ke Baku sebelum diterbangkan ke Istanbul dan akhirnya menuju Jakarta.
“Sebanyak 96 WNI dan satu warga negara asing yang merupakan pasangan dari WNI telah kita evakuasi. Dari jumlah itu, 11 sudah tiba hari ini, mereka berasal dari Jawa Timur dan Kalimantan Timur, dalam keadaan sehat meskipun melalui perjalanan panjang dan melelahkan,” ungkapnya.
Judha menjelaskan, 18 WNI lainnya sempat mengalami hambatan penerbangan akibat penutupan sementara wilayah udara Qatar, yang menyebabkan dua pesawat dialihkan ke Jeddah. Namun, mereka kini telah diberangkatkan dari Jeddah menuju Doha dan dijadwalkan segera terbang ke Jakarta.
“Sisanya, sekitar 68 WNI saat ini berada di Baku dan tengah menunggu jadwal penerbangan ke Indonesia. KBRI di Teheran dan Baku masih terus bekerja untuk mempercepat proses kepulangan mereka,” tambah Judha.
Pemerintah, lanjutnya, juga terus memantau kondisi geopolitik di kawasan Teluk menyusul eskalasi militer antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Kemenlu, menurut Judha, telah membentuk tim lintas kementerian yang siaga 24 jam untuk memastikan perlindungan WNI di luar negeri.
Salah satu WNI yang tiba hari ini adalah Ali Murtado (20), mahasiswa asal Gresik, Jawa Timur, yang telah menempuh studi di Iran selama hampir dua tahun. Ia mengungkapkan bahwa suasana mencekam terasa sejak serangan-serangan militer mulai terjadi di sekitar Teheran.
“Saya terakhir menginap di KBRI Teheran. Suasana mencekam karena terdengar suara ledakan-ledakan. Tapi untungnya tidak sampai menghantam langsung. Serangan berhasil ditangkis oleh sistem pertahanan udara Iran,” ungkap Ali saat ditemui di bandara.
Menurut Ali, informasi soal evakuasi ia peroleh dari grup komunikasi WNI di Iran. Ia berangkat dari kota Qom ke Teheran, menginap satu malam di KBRI, kemudian menempuh perjalanan darat selama lebih dari 16 jam menuju Azerbaijan.
“Kita sempat menunggu cukup lama di perbatasan, karena banyak warga asing dari berbagai negara juga menyeberang. Tapi alhamdulillah, tidak ada gangguan dari pihak militer. Semuanya berjalan lancar,” ujarnya.
Ali mengaku kesulitan berkomunikasi dengan keluarga karena akses internet sempat terputus di Iran. Ia baru bisa mengabari keluarga saat tiba di Baku.
“Begitu tahu saya selamat, keluarga sangat lega. Kami semua bersyukur atas upaya evakuasi ini,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa masih ada lebih dari 100 WNI di Qom yang menanti gelombang evakuasi berikutnya.
“Semoga semua berjalan lancar, dan mereka juga segera bisa pulang,” pungkasnya.
Evakuasi ini menjadi salah satu bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi warganya di tengah krisis global. Judha Nugraha menegaskan bahwa pemerintah akan terus melanjutkan proses evakuasi dan memberikan pendampingan kepada para WNI yang masih berada di kawasan konflik.
“Kita ingin menunjukkan bahwa negara hadir dan tidak tinggal diam. Kita terus melakukan koordinasi intensif dengan perwakilan kita di luar negeri dan kementerian/lembaga terkait untuk memastikan keselamatan WNI,” tuturnya.
Situasi di kawasan Teluk saat ini masih sangat dinamis, menyusul serangan terhadap fasilitas nuklir Iran dan respons balik terhadap pangkalan militer Amerika di wilayah Teluk.
Pemerintah mengimbau WNI yang masih berada di negara-negara terdampak untuk tetap tenang, mengikuti arahan KBRI, dan segera mendaftarkan diri jika membutuhkan evakuasi. (mg01)