SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Penolakan sejumlah warga Kabupaten Pandeglang terhadap rencana kerja sama pembuangan sampah dari Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ke TPA Bangkonol menimbulkan polemik.
Warga yang tinggal di Desa Bangkonol Kecamatan Keroncong menyatakan keberatan atas rencana kerja sama antardaerah tersebut. Mereka menilai, sampah dari Kabupaten Serang dan Pandeglang saja sudah menimbulkan dampak buruk yang signifikan, apalagi jika ditambah kiriman dari Tangsel.
Meski demikian, Pemerintah Kota Tangsel melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyatakan bahwa persoalan tersebut merupakan ranah internal Pemkab Pandeglang dan tidak mengganggu proses administrasi yang masih berjalan.
“Sebenarnya itu urusan sana, urusannya Pandeglang kita tidak ikut-ikutan,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Tangsel, Bani Khosyatullah saat dikonfirmasi, Selasa (1/7).
Bani menegaskan bahwa Tangsel tidak akan mencampuri dinamika internal yang terjadi di Pandeglang. Yang jelas, lanjut dia, penolakan tersebut tidak berdampak langsung pada pengelolaan sampah di Tangsel. Pemerintah Kota Tangsel saat ini masih fokus menjalin komunikasi yang ditargetkan selesai bulan Juli.
“Tidak mengganggu, tentu ada hal-hal yang memang dibutuhkan oleh pemerintah setempat mungkin beliaunya belum siap sosialisasi atau bagaimana. (Kerjasama) sudah pembahasan sekarang masih berlangsung, targetnya di pertengahan Juli,” jelasnya.
Baca Juga: Ambil Motor yang Tertinggal di Cikupa, Anggota Gangster Ditangkap Warga
Sebagai informasi, rencana kerja sama ini semula digagas sebagai solusi atas keterbatasan lahan dan kapasitas TPA Cipeucang di Tangsel yang sudah mendekati ambang batas. Pemerintah Tangsel disebut-sebut sedang mencari alternatif jangka menengah, termasuk menjalin nota kesepahaman dengan beberapa kabupaten tetangga untuk pengelolaan sampah lintas wilayah.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan menyampaikan bahwa pihaknya tengah melakukan negosiasi harga tipping fee dengan Kabupaten Pandeglang.
“Sekarang lagi proses negosiasi dengan kabupaten Pandeglang. Komunikasi terus intens, insya allah dalam waktu dekat kita bisa menjajakan kerjasama. PKS nya masih dalam pembahasan, kalau MoU nya sudah. Nanti kerja sama itu diteken saat pembahasan tiping fee, bantuan keuangan dan lain-lainnya sudah fix,” pungkasnya. (eko)























