SATELITNEWS.COM, SERANG – Warga Desa Tonjong, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, mengapresiasi kepedulian yang telah diberikan oleh Perusahaan Wilmar Group. Karena, berbagai bantuan telah diberikan kepada masyarakat, disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi desa setempat.
Warga Desa Tonjong, yang juga sebagai Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Tojong, Tajudin Mamak mengatakan, tidak sedikit kepedulian PT Wilmar dalam memperhatikan lingkungan sekitar, terutama di empat desa yang menjadi desa penyanggah.
Sungai Kasuban yang selama ini mengalami pendangkalan dan penyempitan, telah di lakukan normalisasi oleh pihak Wilmar.
“Baru dua minggu yang lalu, saya beserta Kepala Desa dan beberapa tokoh masyarakat dan pihak Wilmar, turun langsung ke lapangan untuk melakukan survey Sungai Tonjong yang InsyaAllah juga akan dilakukan normalisasi, sebagai antisipasi terhadap potensi banjir, yang selalu datang saat musim penghujan di bulan November dan Desember, karena tahun lalu, banjir yang terjadi di lokasi tersebut telah menimbulkan korban warga yang meninggal, karena terseret arus,” ujarnya, Kamis (3/7/2025).
Kemudian Pada tahun 2024, perbaikan Rutilahu juga telah dilakukan oleh pihak Wilmar, terhadap rumah warga yang benar – benar layak untuk dibantu. Karena kondisi penghuninya, benar – benar tidak mampu dan pada awal bulan Mei lalu pun, pihak Wilmar juga sudah melakukan survey untuk menentukan perbaikan Rutilahu lagi di Desa Tonjong dan Desa Pulopanjang.
“Perbaikan Rutilahu ini, dilakukan dengan standart Wilmar termasuk penunjukkan kontraktor yang mengerjakan perbaikan tersebut, saya tahu persis karena kami dilibatkan langsung bersama pihak Wilmar, dalam pengawasan saat proses perbaikan Rutilahu tersebut,” ujarnya.
Baca Juga: Beredar ‘Iuran Alumni’ di Wisuda Faletehan, IKAFA Klarifikasi
Pembuatan sumur bor juga, telah dilakukan oleh pihak Wilmar untuk antisipasi musim kering yang panjang, Bantuan berupa perbaikan tempat ibadah dan bantuan dalam kegiatan PHBI diantaranya, dengan pemberian hewan Qurban dalam setiap Perayaan Idul Adha juga dilakukan, untuk tetap terpeliharanya hubungan emosional yang harmonis antara warga masyarakat dan pihak perusahaan termasuk santunan kepada anak yatim juga dilakukan pada momen – momen tertentu.
Bantuan-bantuan dari Wilmar tersebut, menurut Tajudin, disampaikan melalui pemerintah desa dan tidak melalui individu-individu, dan pemerintah desa langsung menyampaikan kepada penerima manfaat seperti penerima bantuan perbaikan Rutilahu.
“Jadi dampak positif dari keberadaan Wilmar, sangat dirasakan warga sekitar,” tukasnya.
Di bidang penerimaan tenaga kerja, pihak perusahaan selama ini melakukan nya secara terbuka, terlebih lagi akhir – akhir ini dari masing – masing desa (Terate, Teluk Terate, Tonjong dan Pulopanjang), telah memiliki lembaga berbadan hukum seperti BUMDes.
Dimana proses perekrutan tenaga kerja, dilakukan secara tertib terlebih pihak Wilmar diketahui telah menggandeng petugas pendamping desa, yang berasal dari Kemendes, Jakarta.
“Sehingga,bdipastikan sinergitas antara BUMDes dan pihak perusahaan dalam perekrutan, berjalan dengan baik,” ujarnya.
Baca Juga: Terkendala SK, Anggaran Karang Taruna Kabupaten Serang Rp500 Juta Tersendat
Sementara, penerima bantuan perbaikan Rutilahu, Suliyah mengaku, saat ini rumahnya jauh lebih nyaman setelah direnovasi oleh pihak Wilmar.
“Alhamdulillah, sekarang kami lebih nyaman dan bisa tidur nyenyak, dan anak anak pun bisa belajar dengan tenang dan bersih. Dulu sebelum dibangun, tiap hari tiap malam perasaan selalu was-was takut sewaktu waktu rumah terutama plafon bisa roboh dan ambruk,” ujar warga Desa Terate tersebut.
Sanitasi, instalasi jaringan kabel listrik dan air bersih yang digunakan oleh keluarga juga menjadi salah satu hal yang menjadi perhatian bagi pihak Wilmar saat melakukan perbaikan termasuk pembuatan septiktank yang sebelumnya tidak ada sekarang sudah ada dan berfungsi.
Terpisah, Manajer Humas Wilmar RM Bambang Wisnumurthy saat dikonfirmasi mengatakan, kepedulian Wilmar Group khususnya yang ada di wilayah Kawasan Industri Terpadu Wilmar ini adalah, merupakan komitmen perusahaan terhadap warga masyarakat yang diwujudkan dalam berbagai kegiatan/bantuan yang dikemas dalam program Corporate Social Responsibility (CSR), Community Development (CD), maupun donasi/bantuan sosial yang hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, sebagai warga penerima manfaat.
“Dalam realisasinya, kita lakukan secara terbuka, transparan dengan skala prioritas, mana yang harus didahulukan/dianggap penting serta dapat memberi manfaat secara langsung bagi warga masyarakat,” tandasnya.
Berbagai bantuan dalam program CSR, CD dan donasi telah dilakukan oleh pihak perusahaan khususnya dalam bidang Kesehatan meliputi (kesehatan ibu, anak, lansia), pembuatan Poskesdes, dukungan peralatan medis (Posyandu, ambulance laut), dukungan tenaga medis, penyemprotan/fogging saat terjadinya wabah pandemi (DBD dan Covid).
Dibidang Pendidikan, berupa bantuan unit komputer, perbaikan ruang kelas dan bangku sekolah, penyediaan tenaga pengajar yang berasal dari karyawan Wilmar, pemberian honorarium bagi tenaga pengajar yang berasal dari sekolah, perbaikan MCK sekolah, pembuatan tempat wudhu anak anak pelajar.
Dibidang Kesejahteraan masyarakat berupa bansos sembako, perbaikan Rutilahu, normalisasi kali/sungai, pemberian jaring bagi nelayan yang kurang mampu, pembuatan bioflog (budi daya ikan didaratan), air bersih (pembuatan sumur bor), pemberian/suplay air bersih saat kemarau panjang. Dibidang Kemasyarakatan, bantuan dalam PHBI, perbaikan rumah ibadah, santunan anak yatim.
Sedangkan, terkait dengan rekrutmen tenaga kerja, Bambang memastikan, hampir 70 % tenaga kerja yang berada di perusahaan adalah warga local ditambah dengan warga warga lain diluar desa lingkar kawasan serta masyarakat lain, yang masih dalam lingkup masyarakat Banten, dipastikan tidak ada praktek penerimaan tenaga kerja yang berbayar.
“Saat ini dalam perekrutan tenaga kerja, kita sudah bekerjasama dengan BUMDes yang ada di desa,” pungkasnya. (sidik)
























