SATELITNEWS.COM, SERANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang, menyebut kasus Deman Berdarah Dengue (DBD) tahun ini cukup tinggi. Berdasarkan data, selama periode Januari – Mei 2025 sudah ada 268 kasus DBD.
Kasus terbanyak katanya, ada di Kramatwatu dengan 26 kasus, Carenang 25 kasus, Kragilan 18 kasus dan Ciruas, Kragilan 17 kasus, sisanya tersebar di beberapa kecamatan lainnya. Namun demikian, meskipun cukup tinggi, selama beberapa pekan terakhir terjadi penurunan kasus.
Kepala Dinkes Kabupaten Serang, dr Rahmat Fitriyadi mengatakan, agar penyebaran nyamuk DBD berkurang, pihaknya mengimbau ketika masuk musim hujan masyarakat tetap harus waspada dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk. Apalagi, pada kondisi cuaca saat ini kadang hujan kadang panas, menjadi salah satu faktor pemicu DBD.
“Karena pada waktu hujan, pasti air tetap bergerak. Nah, terutama di tempat-tempat bekas air mineral, bekas-bekas plastik yang terbuang, itu kan ada penampungan air. Nah, di situ itu bisa bersarang nyamuk demam berdarah,” ujarnya, Senin (7/7/2025).
Selain itu, pihaknya juga mengajak masyarakat untuk sama sama membersihkan sampah, botol yang dapat menampung air jangan dibuang sembarangan, tapi disimpan dan akan dibuatkan bank sampah.
Kemudian apabila ada penampungan air, harus dikuras setiap satu minggu sekali. Apabila penampungan air tidak bisa dikuras, maka harus diberikan larvasida yang bisa diambil di Puskesmas.
Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Pasien, Dinkes Kabupaten Serang Siagakan Semua Puskesmas
“Terus kalau masyarakat kita sudah bisa menyelesaikan tempat penampungan air, sehingga tak menampung air saat hujan, InsyaAllah sarang nyamuk tidak ada disana, dan penularan DBD tidak ada juga,” ujarnya.
Rahmat mengungkapkan, jika dilihat dari survei epidemiologi, kasus DBD di Kabupaten Serang termasuk aman, kemudian beberapa minggu ini juga terjadi penurunan kasus, meskipun berdasarkan data Dinkes Kabupaten Serang, selama periode Januari – Mei 2025 sudah ada 268 kasus. (sidik)
























