SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Anak laki-laki berkebutuhan khusus berinisial N (15) yang sempat viral di media sosial karena kakinya dipenuhi luka tetapi dipaksa berjualan oleh ibunya, akhirnya telah selesai melakukan konseling hingga tahap akhir. Saat ini, N sudah dipulangkan kepada orang tuanya.
Sebelumnya, N dalam perawatan di Rumah Aman milik Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sejak Selasa (17/6/2025) lalu.
“Konseling tahap terakhir sudah kita laksanakan pada Kamis kemarin. Hasilnya belum keluar tapi boleh dipulangkan anaknya sekarang kepada keluarganya,” ujar Kepala UPTD PPA Tangsel, Tri Purwanto saat dikonfirmasi melalui telepon, Kamis (10/7).
Tri menjelaskan, walaupun korban telah dipulangkan, pihaknya tetap melakukan sejumlah antisipasi agar kejadian sebelumnya yang dialami N tidak terulang kembali. Monitor secara berkala pun tetap dilakukan untuk memantau N.
“Untuk saat ini sudah kita pulangkan, tapi tetap kita melakukan monitoring. Nanti hasilnya keluar kita kesana lagi menemui anaknya. Kita juga melakukan koordinasi dengan RT RW, untuk mengantisipasi takut berulang,” jelasnya.
“Kita sudah buat surat pernyataan juga ibu dan kakaknya. Pokoknya jangan berulang lagi, berikan hak bermainnya. Itu saja yang selama ini menjadi keluhan si korban. Jangan dipaksa berdagang,” lanjutnya.
Baca Juga: Kampung Jimpitan Kota Tangerang Jadi Model Percontohan Ruang Bersama Indonesia
Tri melanjutkan, persoalan tentang N berjualan. Kondisi itu memang tidak dapat dipungkiri karena desakan ekonomi. Kata dia, keluarga N untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mengandalkan kakak laki-laki N yang bekerja di minimarket dan hasil jualan N bersama ibunya.
“Memang ini terkait kondisi ekonomi, Ibunya juga punya sakit kurang pendengaran, jadi kakaknya ini tidak mengijinkan ibunya dagang kalau si korban tidak ikut. Karena ibunya kurang pendengaran, yang satu anaknya ABK. Jualan juga dia ngambil dari orang, makanya yang sering ribut sama anaknya gara-gara misalnya dagangan sekian disetor sekian, karena ibunya harus nyetor lagi ke yang punya,” paparnya.
Menurut Tri, ketika dipulangkan kembali pada keluarganya, N tidak menolak dan bersedia kembali dengan sang ibu dan kakaknya.
Diberitakan sebelumnya, seorang anak laki-laki berinisial N (15), yang kerap terlihat berjualan risol di kawasan Griya Pamulang Extension, Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), diduga menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh ibunya. Dugaan ini mencuat setelah seorang warga bernama Abizar mengunggah video dan kronologi kondisi mengenaskan Noval di media sosial viral. (eko)

















