SATELITNEWS.COM, LEBAK—Dinas Perikanan Kabupaten Lebak merespons kondisi ketidakpastian para nelayan yang tak bisa melaut akibat cuaca ekstrem yang melanda beberapa hari terakhir. Nelayan diminta segera mengajukan permohonan bantuan ke pemda.
“Kalau untuk menghadapi paceklik karena tidak bisa melaut saya sarankan nelayan itu mengajukan permohonan ke Dinas Perikanan,” kata Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lebak Winda Triana, Minggu (13/7/2025).
Untuk diketahui, cuaca buruk disertai gelombang tinggi di wilayah pesisir Lebak Selatan membuat para nelayan tidak bisa melaut dalam beberapa hari terakhir. Kata Winda, sebagai bentuk kepedulian, dinas yang dipimpinnya menyarankan para nelayan terdampak untuk segera mengajukan permohonan bantuan.
“Bantuan yang disiapkan berupa beras cadangan pemerintah dan sembako lainnya. Hal ini untuk meringankan beban nelayan yang penghasilannya terhenti karena cuaca ekstrem,” tutur Winda. “Selain dari kami (Dinas Perikanan) nanti kami usulkan juga ke Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) untuk menambah meringankan beban nelayan yang terdampak,” sambung Winda.
Tak hanya bantuan sembako, Dinas Perikanan juga tengah merancang program diversifikasi usaha bagi nelayan. Tujuannya agar nelayan memiliki alternatif pendapatan saat cuaca ekstrem melanda. Program ini akan menyasar kegiatan ekonomi, seperti budidaya perikanan darat, pengolahan hasil laut, atau kegiatan lain yang sesuai dengan potensi wilayah masing-masing. “Kita ingin ada usaha lain yang bisa menopang ekonomi nelayan, misalnya usaha di darat,” ujar Winda.
Saat ini sekitar 4.000 nelayan di Kabupaten Lebak terdampak cuaca buruk. Mereka tersebar di Kecamatan Bayah dan Wanasalam, dua wilayah pesisir yang menjadi pusat aktivitas nelayan.
Baca Juga: 425 Ekor Ayam Petelur Milik BUMDes di Lebak Hanyut, Hanya Sisakan Puing
Diberitakan sebelumnya, gelombang tinggi dan angin kencang melanda perairan Lebak Selatan. Akibat kondisi tersebut nelayan tidak bisa melaut dan memilih menyandarkan perahunya guna keselamatan jiwa.
Seperti di kawasan Pantai Cihara. Nelayan terpaksa menghentikan sementara aktivitas dalam mencari ikan di laut. Para nelayan hanya bisa pasrah dan lebih memilih untuk menambatkan perahu mereka di bibir pantai serta memperbaiki jaring ikan yang rusak sambil menunggu cuaca kembali normal.
Seorang nelayan bernama Anwar (36) mengatakan, bahwa sejak sepekan terakhir ini sejumlah nelayan terpaksa tidak ada yang melaut, mengingat gelombang tinggi dan angin kencang yang masih melanda di kawasan tersebut. “Sudah seminggu ini kami tidak melaut karena sekarang ombaknya lagi besar ditambah anginnya juga kencang,” kata Anwar.
Anwar menuturkan, para nelayan di kawasan Cihara hanya melakukan aktivitas, seperti memperbaiki perahu dan jaring ikan. Mengingat tidak ada pekerjaan lain selain menjadi nelayan. “Ya kalau lagi cuaca seperti ini sih paling kita ngebetulin jaring ikan. Gimana ya, soalnya enggak ada kerjaan lain,” ujarnya.(mulyana)
