SATELITNEWS.COM, SERANG – Realisasi capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemprov Banten, hingga akhir triwulan pertama masih rendah. Selama enam bulan, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Banten Banten baru bisa merealisasikan 38,68 persen.
Diketahui, Pemprov Banten di tahun 2025 ini menargetkan PAD sebesar Rp11,767 Triliun. Hingga akhir semester pertama, Bapenda Banten baru bisa mendapatkan PAD sebesar Rp4,551 Triliun atau sekira 38,68 persen.
Kepala Sub Bidang (Kasubid) Pendapatan Bapenda Banten, Awal Pasenggong mengakui, capaian PAD Banten hingga saat ini masih rendah. Hal itu, kata dia, terjadi karena beberapa hal, namun masih dalam tahap wajar dan pihaknya akan terus bergerak agar target PAD tercapai.
“Iya kita baru 38 persen lebih, dari targer Rp11,767 Triliun PAD tahun ini. Kalau dirupihkan, nilainya baru Rp4,551 Triliun sampai saat ini,” kata Awal, Senin (14/7/2025).
Awal menerangkan, sumber PAD Pemprov Banten itu terdiri dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan lain-lain PAD yang sah. Adapun target pendapatan dari pajak daerah, sebesar Rp6,299 Triliun dan baru terealisasi sebesar Rp2,756 Triliun atau sekira 44,25 persen.
Kemudian untuk objek pajak, terdiri dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB), Pajak Air Permukaan, Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), Pajak Alat Berat, Pajak Rokok dan Opsen pajak MBLB.
Baca Juga: Bapenda Banten Terus Genjot PAD, Pendapatan Daerah Capai Rp8,79 Triliun
“Retribusi daerah, ditargetkan sebesar Rp284,752 Miliar, sudah terealisasi sebesar Rp102,837 Miliar atau sekira 36,11 persen. Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, ditargetkan sebesar Rp62,058 Miliar, dan terealisasi sebesar Rp49,444 Miliar atau 97,67 persen,” tambahnya.
“Sedangkan lain-lain PAD yang sah, ditargetkan sebesar Rp1,743 Triliun, telah terealisasi sebesar Rp204,868 Miliar atau 11,76 persen,”sambungnya.
Dia optimistis, target PAD tahun 2025 dapat terealisasi hingga akhir tahun anggaran ini. Oleh karena itu, pihaknya akan terus berupaya agar semua potensi PAD bisa dikelola secara optimal dan terus menambah pendapatan.
“Objek pajak yang ditangani oleh Bapenda itu ada tujuh, paling yang belum optimal hanya satu objek dan terus kita maksimalkan, dan kita optimis bisa mencapai target ini,” pungkasnya.
Sementara, Wakil Gubernur (Wagub) Banten, Raden Achamd Dimyati Natakusumah menyampaikan, pihaknya akan terus mengoptimalkan semua potensi PAD yang ada, termasuk potensi lain. Tindakan itu harus dilakukan, agar pendapatan daerah terus bertambah dan target yang ditetapkan dapat tercapai.
Salah satu upaya yang bisa dimaksimalkan yakni, dengan mengoptimalkan semua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemrpov Banten. Sebagai perusahaan daerah, BUMD tersebut harus bisa menjadi penyumbang PAD yang besar bagi Pemprov Banten.
Baca Juga: Begini Strategi Bapenda Banten agar Masyarakat Taat Pajak
“Harusnya, BUMD-BUMD yang ada di Provinsi Banten tumbuh dan memberikan deviden sebanyak-banyaknya kepada daerah, tetapi pada kenyataannya belum maksimal. Kalau BUMD kita untung besar, maka APBD kita bisa 100 persen didanai secara mandiri,” imbuhnya. (adib)
























