SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bersama Pemerintah Kabupaten Tangerang menggelar rapat paripurna penyampaian jawaban Bupati atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025, Selasa (15/7).
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, dalam paparan komprehensifnya menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan DPRD terhadap Raperda tersebut. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mengalokasikan anggaran yang optimal, khususnya di sektor kesehatan dan pendidikan.
“Pandangan umum fraksi-fraksi mencerminkan semangat bersama untuk mendorong pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tangerang,” ujar Maesyal Rasyid.
Untuk sektor pendidikan, Pemkab Tangerang mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,28 triliun atau 24,22% dari total belanja daerah, melebihi ketentuan minimal 20% sesuai PP No. 48 Tahun 2008. Sedangkan sektor kesehatan mendapat alokasi Rp2,12 triliun atau 24,61% dari total belanja di luar gaji ASN, jauh di atas batas minimal 10% sebagaimana diamanatkan UU No. 36 Tahun 2009.
Bupati Maesyal juga menekankan upaya penurunan angka stunting melalui program “Grebek Posyandu” dan “Gebrak Tegas Angkat Stunting” yang berhasil menurunkan prevalensi menjadi 7,3% pada tahun 2025.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah akan mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pemetaan potensi objek pajak baru dan pemasangan alat rekam transaksi pajak. Inovasi sistem pajak berbasis teknologi dan perluasan kanal pembayaran bekerja sama dengan sektor perbankan juga terus dikembangkan.
Baca Juga: Ratusan Anak Ikuti Khitanan Massal di RSUD Tigaraksa
Dari sisi belanja, pengalokasian anggaran didasarkan pada prinsip bottom-up hasil musrenbang dan top-down dari rencana strategis pemerintah. Maesyal menyatakan, stabilitas fiskal dijaga melalui pengelolaan anggaran efisien, peningkatan PAD, dan diversifikasi ekonomi agar tidak tergantung pada satu sektor.
Dukungan terhadap pelaku usaha mikro juga diberikan melalui penjaminan kredit murah yang sudah menjangkau 59.734 pelaku usaha. Meski demikian, pemberian subsidi bunga masih dalam tahap kajian lebih lanjut.
“Semua perencanaan disesuaikan dengan pedoman Permendagri tentang penyusunan APBD tahun anggaran 2025,” tambahnya.
Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Muhamad Amud, menyatakan bahwa pembahasan lanjutan Raperda Perubahan APBD akan dimulai hari ini hingga Sabtu mendatang. Ia meminta seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk proaktif menyiapkan data pendukung agar proses pembahasan berjalan lancar dan tepat waktu.
“Semua SKPD diminta proaktif dan responsif dalam menyiapkan data terkait APBD Perubahan agar pembahasan berjalan efektif,” tegas Amud.
Rapat paripurna ini menjadi momentum penting dalam memastikan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi pengelolaan keuangan daerah demi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tangerang yang lebih baik.
Baca Juga: Cegah Judol, Propam Polresta Tangerang Razia Ponsel Anggota
“Hal ini merupakan bagian penting dalam mewujudkan peningkatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tangerang,” tutupnya. (alfian/aditya)





















