SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan resmi memberlakukan kebijakan sistem satu arah (SSA) secara permanen di Jalan H Usman, Kecamatan Ciputat. Kebijakan ini diterapkan usai masa uji coba selama tiga pekan yang dimulai sejak Rabu, (2/7) lalu.
Penerapan SSA dilakukan setiap hari pada jam sibuk pagi bertepatan pada saat anak berangkat sekolah dan pengendara yang hendak bekerja benuju Jakarta melalui jalan tersebut. Kebijakan ini diharapkan mampu mengurai kemacetan yang selama ini menjadi keluhan utama para pengguna jalan di kawasan tersebut.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Tangsel, Martha Lena mengungkapkan bahwa awalnya jam operasional SSA direncanakan dimulai pukul 05.00 WIB. Namun, setelah menerima masukan dari pedagang dan warga sekitar terkait aktivitas bongkar muat barang di pagi hari, Dishub menyesuaikan waktu pelaksanaan menjadi mulai pukul 05.30 WIB.
“Awalnya kita mulai pukul 05.00 WIB, tapi karena ada masukan dari pedagang soal distribusi barang, akhirnya disesuaikan menjadi 05.30 sampai 08.00 WIB. Ini kami lakukan agar tetap bisa membantu kelancaran lalu lintas tanpa mengganggu aktivitas warga,” ujar Martha saat ditemui, Rabu (23/7).
Dishub Tangsel memastikan seluruh infrastruktur pendukung telah disiapkan sebelum SSA diberlakukan secara permanen. Sebanyak 10 rambu lalu lintas telah terpasang sejak pertengahan Juli, tepatnya pada 18 Juli 2025. Selain itu, marka jalan seperti zebra cross, rumble strip, dan garis marka putus maupun solid juga sudah terpasang sejak seminggu sebelumnya.
“Semua rambu sudah lengkap, begitu juga dengan marka jalan. Ini agar pengendara tidak bingung dan bisa mengikuti aturan baru dengan mudah,” katanya.
Baca Juga: Dishub Tangsel Siapkan Sanksi Gembos Pentil untuk Parkir Liar di Trotoar
Guna mendukung kelancaran implementasi SSA, Dishub juga menempatkan 3 hingga 4 personel di beberapa simpang jalan strategis di sekitar Jalan H Usman. Petugas tersebut bertugas untuk membantu pengaturan arus lalu lintas serta memberikan informasi langsung kepada pengendara yang masih belum terbiasa dengan perubahan jalur.
Menurut Martha, sejauh ini masyarakat merespons positif terhadap kebijakan SSA yang diberlakukan. Dukungan tersebut ditunjukkan dengan semakin tertibnya arus lalu lintas di pagi hari serta minimnya laporan pelanggaran.
“Alhamdulillah masyarakat support. Mereka paham tujuan SSA ini untuk mengurangi kepadatan di pagi hari yang seringkali membuat aktivitas warga terganggu,” jelasnya.
Martha menambahkan, dari hasil evaluasi pihaknya, hambatan arus kendaraan secara samping yang dilakukan paling tinggi dikarenakan banyak kendaraan parkir di tepi jalan. Dengan diterapkan SSA ini, kantung-kantung parkir disiapkan untuk menunjang kebijakan tersebut.
“Dengan adanya penerapan SSA titik konflik lalu lintas berkurang, pada Simpang Tiga Jalan Aria Putra – Jalan KH. Dewantara yaitu menjadi 4 titik pada Simpang Tiga Kantor POS yaitu 3 titik konflik, dan Simpang Tiga Jalan KH. Dewantara – Jalan H. Usman yaitu 9 titik (total 16 titik) berkurang sebesar 60 persen,” jelasnya. (eko)


















