SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mencatat tiga kebakaran terjadi dalam satu hari ini, Kamis (24/7).
Kebakaran itu terjadi di Kecamatan Sepatan Timur, Cisoka dan Mauk. Penyebab kebakaran dengan total kerugian Rp 680 juta tersebut berbeda-beda. Mulai dari korstleting listrik hingga anak bermain lilin.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik mengatakan bahwa dalam waktu kurang dari 24 jam, pihaknya telah mencatat dan menangani bencana kebakaran dalam waktu dan lokasi yang berbeda-beda.
“Dalam satu hari ini ada tiga lokasi kebakaran yang terjadi,” kata Achmad Taufik kepada Satelit News, Kamis (24/7).
Lanjut Taufik, yang pertama kebakaran terjadi pada Kamis (24/7) dini hari, kurang lebih sekitar pukul 02:55 wib. Dimana kebakaran tersebut menimpa sebuah pabrik helm yang berada di Kampung Buaran RT02/RW02, Desa Jatimulya, Kecamatan Sepatan Timur.
“Kerugian akibat kebakaran di sebuah pabrik helm itu mencapai Rp 500 juta,” kata Achmad Taufik kepada Satelit News, Kamis (24/7).
Baca Juga: Hingga Hari Keempat, Kebakaran Tumpukan Sampah di Pinang Belum Padam
Menurut Taufik, kebakaran yang menimpa pabrik helm diduga karena adanya korsleting listrik, dimana api tiba-tiba muncul dibagian produksi busa dan menjalar ke seluruh ruangan, dikarenakan banyak bahan baku pabrik yang sangat mudah terbakar.
“Dugaan sementara karena korsleting listrik. Alhamdulillah sudah tertangani oleh BPBD dan api pun telah berhasil dipadamkan, pada pukul 04:00 wib. Meski sebelumnya sempat terkendala, karena padanya pemukiman penduduk,” ucapnya.
Lanjut Taufik, dilokasi kedua. Kebakaran juga terjadi di wilayah Kampung Bunar Indah RT 03/RW03, Desa Sukatani, Kecamatan Cisoka. Dimana, kebakaran itu menimpa sebuah Pondok Pesantren Bani Syifa milik Ustad Heri Tile, dimana peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08:40 wib.
“Berdasarkan laporan warga, bahwa kebakaran itu terjadi pada pagi hari, sekitar pukul 08:40 wib,” katanya.
Taufik menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi dan pelapor, bahwa kebakaran itu terjadi ketika salah satu santri sedang memasak air. Diduga, api yang berasal dari kompor mengenai bahan sekitar yang mudah terbakar.
“Informasinya sedang memasak air, lalu terjadi kebakaran. Akibat kebakaran itu, kerugian yang dialami pemilik ponpes ditaksir mencapai Rp 80 juta,” ucapnya.
Baca Juga: Kebakaran Hutan dan Lahan Jerat 138 Tersangka
Lalu yang ketiga, kebakaran juga terjadi diwilayah Kampung Bubulak, RT04/RW01, Desa Marga Mulya, Kecamatan Mauk. Dimana, musibah kebakaran itu menimpa sebuah rumah dua tingkat milik Abdul Syafei.
“Dan di lokasi ketiga ini, kebakaran terjadi pukul 11:30 wib,” katanya.
Menurut Taufik, kebakaran yang menghanguskan sebagian rumah milik Abdul Syafei itu disebabkan adanya seorang anak yang bermain lilin. Lalu, lilin yang dimainkan si anak itu mengenai bantal kapuk dan merembet kepada barang-barang lainnya.
“Penyebabnya kelalaian, sianak bermain lilin yang menyala. Lalu, lilin yang jatuh mengenai bantal kapuk, terjadilah kebakaran,” katanya.
Kata Taufik, kerugian yang dialami Abdul Syafei mencapai Rp 100 juta. Sehingga, apabila ditotal secara keseluruhan tiga lokasi yang mengalami kebakaran, berjumlah Rp 680 juta.
“Namun, beruntung di semua lokasi tidak ada korban jiwa ataupun luka,” katanya. (alfian)
























