SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyiapkan rekayasa lalu lintas dan penataan ulang kawasan sekitar Stasiun Rawa Buntu, Kecamatan Serpong, sebagai upaya untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi terutama pada jam padat kendaraan.
Melalui Dinas Perhubungan (Dishub), Pemkot mulai memetakan sistem dan skema rekayasa lalu lintas serta mengatur ulang lokasi naik-turun penumpang angkutan umum di area tersebut.
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan menyampaikan bahwa pihaknya telah meninjau langsung bersama Dishub dan perwakilan warga dari kawasan De Latinos. Kata Pilar, rekayasa akan difokuskan pada jam sibuk dengan mensterilkan satu lajur jalan dari parkir liar dan kendaraan yang berhenti sembarangan.
“Dinas Perhubungan akan segera melakukan simulasi dan uji coba, agar ke depan lalu lintas depan stasiun tidak lagi macet dengan adanya angkutan umum dan kendaraan yang ngetem atau parkir sembarangan secara permen,” ujarnya, Jumat (25/7/2025).
Langkah ini diambil sebagai bentuk respons atas keluhan warga yang selama ini terdampak kemacetan, terutama akibat kendaraan yang berhenti sembarangan untuk menurunkan atau menjemput penumpang.
“Kemacetan di stasiun ini semakin hari semakin padat, terutama di saat “peak hour” dengan adanya crossing akibat mobil yang ngetem dan parkir juga dengan kendaraan yang mau masuk stasiun, ada juga yang menurunkan penumpangnya. Nah, ini yang kita lakukan rekayasa supaya semuanya lancar,” sebutnya.
Baca Juga: 114 Korban Kapal Virgo Transport 8 Ditemukan, 129 Orang Masih Dicari
Pilar menyampaikan, Dishub akan menerapkan sistem satu lajur steril di depan Stasiun Rawa Buntu dengan pemasangan cone, barrier, dan pengawasan petugas di titik-titik rawan kemacetan.
“Kita cek dulu ya, ini kan belum permanen, tapi kita cek efektivitasnya ya, trial and error. Kita coba dulu, nanti kalau misalkan ternyata ampuh, ya kita lanjutkan sambil kita mitigasi resiko yang lainnya seperti itu,” jelasnya.
Pemkot Tangsel juga berkoordinasi dengan Kementerian PUPR dan PT KAI dalam pengaturan titik naik-turun penumpang angkot, taksi, dan ojek online. Seluruh moda transportasi itu nantinya akan diarahkan ke area Mahata Rawa Buntu sebagai titik drop-off resmi, mendukung pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD).
“Juga dengan pihak KAI agar kebijakan tarif parkir, terhadap kendaraan yang keluar masuk hanya untuk antar jemput penumpang,” pungkasnya. (eko)


















