SATELITNEWS.COM, LEBAK—Kebahagian bercampur rasa sedih mungkin dialami oleh para atlet bola tangan atau handball asal Kabupaten Lebak, saat mengikuti kejuaraan daerah (Kejurda) tingkat Provinsi Banten yang berlangsung di Cinangka Anyer, Kabupaten Serang, 25-27 Juli 2025, lalu. Bahagian karena berhasil menyabet juara, sementara sedihnya mereka harus tidur tenda seadanya akibat keterbatasan anggaran.
Keterbatasan tidak mengurungkan niat para atlet Lebak tersebut untuk mengikuti kerjuda walaupun bermodal seadanya. Kondisi itu terjadi akibat tidak ada dukungan dari pemerintah daerah khususnya terkait anggaran. Mereka terpaksa tidur di tenda dengan alas seadanya, tidak seperti kontingen dari daerah lainnya yang bisa tidur di penginapan.
Ketua Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Kabupaten Lebak Wandy Assayid mengatakan, rencana ikut serta dalam ajang Kejurda sudah disampaikan pihaknya ke Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).
“Karena kalau kami enggak menyampaikan nanti salah. Syukur-syukur harapan kami dari pemerintah daerah ada support untuk kebutuhan di sana, tapi ya sudah tidak ada. Akhirnya saya coba minta bantuan ke teman-teman, alhamdulillah adalah yang bantu-bantu,” kata Wandy, Rabu (30/7).
Menurut hitungannya, dana yang dibutuhkan untuk biaya penginapan, transport, makan dan lain-lain berkisar Rp 6-7 juta. Sayangnya uang yang berhasil dikumpulkan dari iuran dan sumbangan tak mencapai nominal yang diharapkan. “Yang kita kumpulkan enggak cukup banget. Tapi bangganya saya, semangat teman-teman enggak pudar, mereka tetap berangkat yang penting ada untuk jalan,” tuturnya.
Meski dengan dana dan kondisi seadanya, mereka justru berhasil mengukir prestasi dengan menyabet gelar juara. “Tim putra juara 3 dan putri juara 1 lalu pemain terbaik dan top score juga dari kita. Dari sini, kami punya harapan besar kepada pemda bahwa semangat bagus ini adalah modal awal,” katanya.
Baca Juga: Perkuat Sinergi Jelang FORPROV Banten, KORMI Pandeglang Gelar Sarasehan Dan Raker
Terpisah, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Dispora Lebak Nevi Pahlevi membantah jika dianggap tak memberikan perhatian kepada atlet yang berlaga. “Ini harus dijelaskan ya, bahwa yang menjadi kewajiban pemerintah daerah hanya event-event yang diselenggarakan oleh pemerintah. Contoh misalnya Dispora bertanggung jawab pada ajang Popda, kemudian KONI bertanggung jawab untuk Porprov,” kata Nevi.
Menurut Nevi, karena Kejurda di luar pemerintah, maka segala kebutuhan atlet yang bertanding menjadi tanggung jawab masing-masing pengurus cabang (Pengcab). “Tapi kalau misalnya nanti ada atlet Popda terlantar Kadispora tanggung jawab, atau atlet Porprov terlantar maka KONI yang tanggung jawab. Nah kalau kejurda itu kan event yang dimiliki asosiasinya masing-masing maka itu jadi tanggung jawab mereka,” tutur mantan Ketua KNPI ini. “Saya dulu atlet karate, ketika ikut kejurnas, mulai dari daftarnya, ongkosnya, menginapnya ya pakai uang sendiri,” pungkasnya. (mulyana)
