SATELITNEWS.COM, LEBAK— Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) Sekolah Rakyat di Kabupaten Lebak ditunda. Penundaan itu diakibatkan belum adanya kejelasan dari pemerintah pusat serta Kementerian Sosial soal juknisnya.
Program Sekolah Rakyat dirancang sebagai bentuk pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat miskin dan rentan miskin, dengan pendekatan berbasis kemandirian dan pemberdayaan lokal. Presiden Prabowo, dalam beberapa kesempatan menyatakan bahwa pendidikan harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Terutama di daerah-daerah tertinggal.
Di Kabupaten Lebak sendiri, antusiasme warga cukup tinggi. Pendaftaran calon peserta sudah berlangsung sejak awal Juli 2025, dan ratusan anak dari keluarga pra-sejahtera telah tercatat sebagai peserta. Namun, rencana awal untuk memulai KBM pada akhir Juli harus ditunda karena instruksi teknis dari pusat belum kunjung turun.
Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Lebak, Lela Gifty Cleria, membenarkan untuk pelaksanaan KBM memang belum berjalan. Akan tetapi sejauh ini proses awal sudah berjalan. “Tinggal menunggu informasi terkait registrasi dan pemanggilan siswa ke asrama. Untuk tes kesehata sudah dilaksanakan tanggal 14 Juli serentak di 100 titik lokasi SR seluruh Indonesia,” kata Lela, Kamis (31/7/2025).
Kata dia kegiatan belajar belum bisa dimulai karena petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat belum turun. “Jadi memang tinggal registrasi atau daftar ulang sekaligus pemanggilan siswa ke asrama rencana awal Agustus,” terangnya.
Menurutnya, pelaksanaan KBM yang belum jelas karena saat ini pemerintah pusat melalu Kemensos sedang mempersiapkan segala kebutuhan bagi siswa sekolah rakyat di seluruh Indonesia. “Kami mash menunggu tepatnya tanggal berapa dari Kemensos pelaksanaan KBM, kalo info Insya Allah kami sampaikan,” jelasnya.
Baca Juga: Dua Sekolah Rakyat di Banten Mulai Beroperasi, Andra: Tangerang Segera Menyusul
Diketahui pelaksanaan KBM sementara waktu di Lebak akan diselenggarakan di Gedung Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Rangkasbitung tersebut. Namun, proyek rehabilitasi bangunan untuk sarana Sekolah Rakyat di Kabupaten Lebak di Jalan Siliwangi, Rangkasbitung itu belum sepenuhnya rampung. “Renovnya tidak banyak karena BPMP sudah sangat memadai. Untuk serah terima kunci rencana akhir Juli ini info dari Kemen PU,” pungkasnya.
Menanggapi kehadiran sekolah rakyat, warga bernama Samsudin mengungkapkan rasa terima kasih kepada pemerintah yang sudah menyelenggarakan sekolah rakyat. Sebab, dirinya menyadari dengan penghasilan yang tidak seberapa tidak mampu menyekolahkan anaknya tersebut.
Dua mengaku tak sanggup membiayai Yudi menempuh pendidikan di tingkat SMA. Namun, anaknya tertolong dan masuk sekolah rakyat setelah ada pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) ke rumah dan mendata anaknya.
“Alhamdulillah, anak kami diterima di Sekolah Rakyat Menengah Atas. Ini merupakan program yang sangat bermanfaat sehingga saya berharap anak saya bisa mengenyam pendidikan yang memadai dan layak” katanya. (mulyana)

















